Pemkab Kulonprogo Raih Penghargaan Penyelenggara Irigasi Terbaik

Kondisi saluran irigasi di Dusun Kalisoka, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, belum lama ini. Harian Jogja/Uli Febriarni
20 September 2018 13:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo dinobatkan sebagai pemerintah dengan Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Terbaik di Indonesia dalam periode pemerintahan 2017. Pemberian penghargaan diterima di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Pertemuan konsultasi regional operasi dan pemeliharaan sumber daya air (OP PSDA) merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergantian di provinsi seluruh Indonesia. Penghargaan diserahkan pada acara Konsultasi Regional Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Wilayah Barat 2018 yang diselenggarakan di Padang, Sumatra Barat.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyatakan acara tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda).

"Terima kasih kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara dan semua pihak yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan irigasi yang mumpuni. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras," kata Hasto, Rabu (19/8/2018).

Menurut Hasto, pada 2017 menjadi tahun yang bagus bagi organisasi pemerintahan di Kulonprogo dalam operasional dan pemeliharaan irigisi. Namun dirinya meminta seluruh pengampu tugas seperti Komisi Irigasi Kulonprogo harus bekerja lebih giat untuk mempertahankan kinerja sekaligus prestasi tersebut. "Tidak perlu sombong dan bertepuk dada, banyak penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Kulonprogo dan semua wajib terus bekerja lebih baik lagi," katanya.

Pada 2018, sejumlah saluran irigasi di Kulonprogo masih mengalami permasalahan, seperti pendangkalan, kebocoran bahkan aliran air yang tidak mengalir seperti yang terjadi di saluran irigasi tersier dan sekunder di Sentolo, Nanggulan, Lendah, Panjatan yang masih mengandalkan irigasi utama Kalibawang. Seluruh irigasi itu kehilangan debit air akibat perbaikan Jembatan Air Talang Bowong di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang. "Diharapkan pasokan air kembali normal di akhir September ini, saat ini pintu air Kalibawang baru dibuka sebesar enam hingga delapan meter kubik per detik," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Bambang Tri Budi, mengatakan jajarannya telah merencanakan perbaikan jaringan irigasi tersier. Menurut pendataan, dari sepanjang 121,736 kilometer total jaringan tersier di Kulonprogo, hanya 50% yang kondisinya baik. Adapun setengahnya dalam kondisi berlubang, pecah, dan terjadi pendangkalan. "Permasalahannya adalah di anggaran yang minim, kami berharap gabungan kelompok tani [gapoktan] juga aktif melaporkan kerusakan agar alokasi dana dapat diprioritaskan untuk perbaikan di lokasi yang tepat," katanya.