Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Sejumlah petani sedang menanam benih padi. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Masa tanam pertama padi di Kabupaten Kulonprogo sudah dimulai. Sejumlah petani di beberapa kapanewon sudah ada yang mulai menanam. Meskipun ada kekhawatiran terkait cuaca yang tidak menentu dan diprediksi musim hujan akan datang lebih cepat, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo menilai masih aman tidak menjadi kendala yang berarti.
Pantauan Harianjogja.com di Kapanewon Galur, Lendah, dan Panjatan pada Senin (22/9/2025) siang, banyak petani berdatangan. Sepeda-sepeda terparkir di tepi sawah, ada juga beberapa yang sedang menanam mundur atau (nandur) benih padi.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dispertapa Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo mengatakan masa tanam I di sawah mulai menanam padi sejak Agustus sampai sekarang. Masa tanam pertama padi dimulai dari Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Pengasih sampai ke selatan di Lendah dan Galur.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Bikin Kajian Pemanfaatan Tata Ruang di Wilayah Perkotaan
"Lendah, Galur, dan Panjatan juga masuk masa tanam pertama padi ini sehingga memang sudah banyak petani mulai menanam," katanya saat dihubungi, Senin (22/9/2025).
Udiarto menyampaikan, masa tanam padi ini masa panennya mulai Desember. Menurutnya, kedatangan musim hujan lebih cepat tidak menjadi hambatan berarti bagi masa tanam pertama padi ini. Termasuk cuaca tidak menentu yang awal panas dan tiba-tiba hujan pun tidak akan mempengaruhi pertanian padi.
"Lebih cepat musim hujan ke padi tidak ada pengaruhnya malah justru debit airnya dari Kali Progo lebih besar jadi menguntungkan pertanian padi," katanya.
Dia meyakini kondisi cuaca tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pertanian padi masa tanam pertama ini. Udiarto berujar, kecuali hujan yang turun ekstrem intensitasnya tinggi.
Misalnya selama empat hari hujannya tidak berhenti mengguyur Kulonprogo baru itu akan berdampak ke pertanian. "Kalau seperti itu banyak lahan pertanian kebanjiran sehingga bikin rusak," ucapnya.
Utamanya di kawasan pertanian selatan Kulonprogo ketika hujan empat hari berturut-turut yang paling rentan terhadap banjir. Menurutnya ada satu titik pertanian di Sentolo yang sekarang masih bawang merah tetapi akan berganti padi dalam waktu dekat ini. Itu karena memang di Sentolo ada sentra pertanian bawang merah sehingga permintaannya cukup banyak. "Nanti setelah itu langsung berganti padi," ucapnya.
Udiarto menuturkan, pertanian palawija yang paling rentan terhadap hujan. Namun memang petani sudah diimbau agar tetap memperhatikannya agar jangan sampai banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan
Harga durian Vietnam kembali naik setelah ekspor ke China meningkat. Kebijakan baru bea cukai mempercepat pengiriman dan mendorong permintaan durian premium.