Gelar Merti Dusun, Warga Dusun Konteng Pentaskan Wayang Kulit

Pergelaran wayang kulit yang digelar di Dusun Konteng, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sabtu (20/10 - 2018) malam.
21 Oktober 2018 20:15 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka merti dusun, warga Dusun Konteng, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, menggelar pentas wayang kulit, Sabtu (20/10/2018). pementasan ini mendapat apresiasi dari ratusan warga, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Kepala Dusun Konteng, Sihono, menyatakan pergelaran wayang kulit rutin digelar di Dusun Konteng. "Sejak sebelum saya menjadi kepala dusun, wayang kulit selalu dipentaskan saat merti dusun," kata Sihono saat ditemui Harian Jogja, Sabtu malam.

Sihono mengatakan merti dusun merupakan warisan dari nenek moyang yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain pergelaran wayang kulit, warga Dusun Konteng juga menggelar tirakatan, doa bersama, dan pentas kuda lumping.

"Kami berterima kasih kepada Pemda DIY dan seluruh warga yang telah berpartisipasi, sehingga merti dusun bisa dilaksanakan," katanya.

Rangkaian merti dusun termasuk pergelaran wayang kulit di Dusun Konteng memang digelar atas dukungan Dinas Pariwisata DIY. Tahun ini, pergelaran wayang menghadirkan dalang Ki Edi Suwondo.

Menurut Edi, di zaman yang sudah maju, kesenian wayang kulit harus terus dilestarikan sehingga tidak punah ditelan zaman. "Saya sangat mendukung pemerintah yang selalu rutin menyelenggarakan pergelaran wayang kulit di DIY," kata Edi Suwondo.

Ia mengaku khawatir karena animo masyarakat dalam menonton pergelaran wayang kulit mulai luntur. "Saya dan teman-teman dalang terus berusaha membuat terobosan agar wayang kulit bisa dinikmati semua usia," ujarnya.

Wiranto, salah satu warga yang menonton acara tersebut mengaku selalu menonton pergelaran wayang kulit yang dilaksanakan di Dusun Konteng setiap merti dusun."Biasanya saya menonton sampai pagi," katanya.