Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Kampanye menjaga lingkungan sungai oleh Wild Water Indonesia (WWI), Gunungkidul, dan Bolo Mancing Wonosari, di Alun-alun Wonosari, Sabtu (26/5/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, SLEMAN--Reformulasi strategis atau perumusan ulang dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) perlu dilakukan. Kasubdit Pengelolaan Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian (PEP) DAS, Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, M. Saparis Soedarjanto menuturkan perlu ada reformulasi strategis yang berdaya dan berhasil guna.
"Pengelolaan daerah aliran sungai saat ini masih dilakukan sangat konvensional. Hanya menekankan aspek hutan tanpa memperhatikan peranan dari perspektif yang lebih luas yakni daerah aliran sungai sebagai sistem sumber daya," ujarnya dalam seminar Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai, di Fakultas Geografi UGM (24/10/2018).
Menurut dia, DAS harus ditempatkan sebagai sistem lanskap dan merupakan konsep besar tata ruang. Dengan demikian pengelolaan daerah ini tidak boleh terdistorsi oleh terminologi lain.
Tidak hanya itu, dalam pengelolaan juga harus memperhatikan komitmen global dan peran pentingnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, serta pengendalian pencemaran. Selain itu juga harus didekati dengan pengembangan wilayah dan mampu menggerakkan pusat-pusat pertumbuhan wilayah.
Tata kelola lingkungan menjadi hal penting yang harus dilakukan dalam formulasi strategi pengelolaan DAS dan harus memperhatikan setting sosial, ekonomi, dan politik sebagai unsur sub lingkungan.
Saparis mengungkapkan terdapat beberapa persoalan yang mengakibatkan perencanaan pengelolaan DAS sering dinilai gagal. Salah satunya adalah karena terlalu fokus pada analisis daerah aliran sungai dan bukan pada kemanfaatan dari pengelolaan.
Penyebab lain, dokumen terlalu panjang dan kompleks, penilaian yang kurang memadai dari program-program lokal yang ada, serta rekomendasi perencanaan yang terlalu umum. Kondisi ini diperparah dengan regulasi atau kebutuhan yang memberi mandat penggunaan perencanaan yang kurang memadai.
Sementara itu, Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muh Aris Marfai mengatakan wilayah pesisir dan DAS merupakan kawasan yang intens digunakan manusia. Bahkan, skala aktivitas penggunaan kedua wilayah itu semakin meningkat dari waktu ke waktu.
"Oleh sebab itu, perlu mengkaji kemungkinan penerapan Integrated Coastal Water Management [ICMW] atau pengelolaan DAS dan pesisir terpadu," katanya.
Guru Besar Geomorfologi Pesisir dan Kebencanaan ini menuturkan konsep ICMW menjadi kunci bagi pengembangan terpadu lingkungan dalam ekonomi dan budaya sekitar wilayah daerah aliran sungai dan daerah pesisir. Ekosistem sungai dan pesisir mendukung berbagai fungsi sosial ekonomi seperti menyediakan ruang permukiman, menghasilkan sumber daya hidup, serta menyerap limbah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.