Sempat Mati Suri, Jatilan di Wilayah Ini Bangkit Lagi

Para penari jatilan tampil pada Gelar Atraksi Budaya di Dusun Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sabtu (27/10/2018). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
28 Oktober 2018 23:20 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjoja.com, SLEMAN—Sejumlah tarian dan wayang dari beberapa kelompok seni di Sleman digelar di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Jumat (26/10) dan Sabtu (27/10). Beragam kesenian tradisi itu dibawakan oleh masyarakat Dusun Bedingin dalam acara yang bertajuk Gelar Atraksi Budaya.

Ketua RT 03 RW 37 Dusun Bedingin Eko mengatakan warga di Bedingin dahulu dikenal akrab dengan seni, khususnya seni tradisi. Bahkan tak jarang jatilan yang dibawakan oleh warganya menjadi yang terbaik se-Kabupaten Sleman.

Sayangnya, kata dia, aktivitas berkesenian warga Bedingin, khususnya jatilan, mati suri selama lima tahun terakhir. Oleh karena itu, melalui Gelar Atraksi Budaya, dia berharap semangat berkesenian itu muncul kembali.

Dia mengatakan salah satu faktor penyebab jatilan dari Bedingin mati suri selama lima tahun terakhir adalah imbas dari kemajuan teknologi. "Kalau mau lihat jatilan tinggal cari di Youtube, ini membuat kami mengalami mati suri. Karena itulah kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pariwisata DIY, karena acara ini didukung penuh," kata Eko kepada Harian Jogja, Sabtu (27/10).

Dengan diselenggarakannya Gelar Atraksi Budaya ini, masyarakat khususnya generasi muda untuk terus mengembangkan dan melestarikan kesenian khas daerah agar jangan sampai punah di era globalisasi seperti ini. "Yang paling penting dari kegiatan ini adalah untuk nguri-uri kebudayaan Jawa," ujar dia.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dispar DIY, Wardoyo mengatakan DIY sebagai daerah yang terkenal dengan wisata dan budaya harus selalu melestarikan budaya yang ada, salah satunya adalah dengan menggelar atraksi budaya seperti jathilan, wayang kulit dan kesenian lainnya. "Budaya bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke DIY," kata dia.

Dia berharap dengan diadakannya gelar atraksi budaya ini masyarakat bisa lebih berbudaya, mandiri, serta bisa menumbuhkan kekuatan-kekuatan lokal yang dimiliki untuk menjadi desa wisata.