Pemprov DIY Gencarkan Kegiatan Seni Budaya untuk Gaet Wisatawan

Para penari sedang beraksi dalam gelaran seni tradisional di Sanggar Kesenian Cipto Budoyo, Dusun Dhisil, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Jumat (2/11/2018) malam. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 November 2018 00:50 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Guna mendorong seni budaya sebagai salah satu daya tarik wisata, Pemerintah Provinsi DIY melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bersama Kelompok Kesenian Cipto Budoyo, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo menggelar pentas seni tradisi di Dusun Dhisil, desa setempat, Jumat (2/11/2018) malam.

Pentas seni yang digelar di Sanggar Kesenian Cipto Budoyo itu dimulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang tengah malam. Acara ini menampilkan sejumlah tarian tradisional, di antaranya Tari Seni Rakyat, Tari Sugeng Rawuh, Jatilan Kebar, Seni Jaran Kore, Sendratari berjudul Pagelaran Selo Wiyar dan Oglek Owah Gingsir. Sebagian besar penari merupakan warga Desa Salamrejo.

Ketua Kelompok Kesenian Cipto Budoyo, Ponimin Suryalangit, mengatakan desanya memiliki segudang seni tradisi. Selain yang telah dipentaskan, ada juga kesenian lain seperti teater Jawa atau biasa disebut ketoprak.

Seni tradisional di Desa Salamrejo kata Ponimin sudah ada sejak puluhan tahun silam. Ponimin sendiri merupakan generasi penerus kesenian tradisional yang diturunkan dari nenek moyangnya terdahulu.

"Sejak tahun 60-an itu sudah ada, bahkan sebelum itu juga telah ada, hanya saja baru benar-benar dikembangkan beberapa tahun lalu, maka dari itu dengan adanya pentas seni ini semoga bisa mendulang wisatawan di DIY khususnya di Desa Salamrejo," ujar Ponimin kepada Harian Jogja, Jumat.

Ponimin berharap kegiatan pentas seni ini bisa mendapat perhatian lebih oleh para pemangku kepentingan. Tujuannya agar pementasan bisa dilangsungkan secara rutin sehingga pentas seni tradisional dapat dikenal wisatawan.

"Sekarang kalau turis asing ingin melihat sendratari yang populer itu sudah ada, seperti tari di Kraton Jogja yang telah terjadwal, nah kalau tari-tarian seperti jatilan dan oglek belum terjadwal, kalau pun ada itu harus pesan dulu," ujar dia.

Atas hal itu, peran pemerintah amat penting untuk menjaga konsistensi pementasan seni khususnya yang belum dikenal luas oleh masyarakat.

Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dispar DIY, Wardoyo yang turut hadir dalam pementasan seni tradisional tersebut mengatakan kegiatan atraksi seni budaya yang dilaksanakan di Dusun Dhisil merupakan salah satu upaya lembaganya mengembangkan seni budaya sebagai salah satu daya tarik wisata di DIY.

"DIY merupakan provinsi yang bukan hanya kaya akan destinasi wisata, namun juga kaya akan budaya, kegiatan-kegiatan budaya seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung," kata Wardoyo.

Wardoyo menjelaskan seni dan budaya merupakan salah satu pilar menuju kepariwisataan. Sehingga kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu dia berharap pegiat seni di DIY khususnya di Desa Salamrejo bisa mempersiapkan dengan baik agar tempat ini menjadi destinasi wisata yang mumpuni.

"Tapi tentu perlu dukungan juga dari stakeholder terkait mulai dari pemerintah desa hingga provinsi. Sejauh ini kami selalu mendorong dan menyemangati seniman tradisional agar terus berkreasi," katanya.