Bulan Depan, Bakal Dibangun Underpass di Perempatan Kentungan, Jogja

Ilustrasi underpass - JIBI
08 November 2018 08:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah akan segera membangun terowongan bawah tanah di Simpang Empat Kentungan Ringroad Utara, Depok, Sleman pada Desember 2018 mendatang. Terowongan serupa juga akan dibangun di Simpang Empat Gejayan, Ringroad Utara pada 2020 mendatang.

Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) DIY Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Joko Satrio mengatakan pembangunan terowongan bawah tanah di simpang empat Kentungan saat ini telah memasuki proses lelang.

Pada akhir November 2018 ini ditarget sudah ada pemenang lelang dan dilakukan tandatangan kontrak sehingga pembangunan akan dimulai pada Desember 2018. Adapun target selesai dibangun pada pada 31 Desember 2019 mendatang.

"Kedalaman terowongan nanti sama dengan Jombor, nanti ngeruknya dengan kedalaman di atas enam meter. Cuma yang di Kentungan ini kan dua arah total ada empat line, jadi lebih lebar daripada Jombor," terangnya Rabu (7/11/2018).

Ia mengatakan terowongan itu nantinya dapat dilalui arus dari arah barat dan timur. Saat ini dalam proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) lalu lintas dan ditarget selesai sebelum pembangunan dimulai. Amdal lalu linta ini akan digunakan untuk memprediksi terjadinya kemacetan lalu lintas ketika proses pembangunan. Sehingga dapat dilakukan rekayasa lalu lintas yang lebih sesuai. Dampak kemacetan diakui pasti terjadi namun hal itu akan bisa diatasi dengan baik sehingga macet bisa dikendalikan.

"Kalau dari timur itu depannya Happy Puppy, kebetulan titiknya sudah kami lakukan perbaikan pengaspalan baru, ini akan menjadi batas," katanya.

Satrio berharap dengan adanya terowongan di Kentungan dapat mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di ruas dari arah barat dan timur. Mengingat antrean menunggu lampu bangjo di kedua ruas ini sangat panjang setiap harinya. Dengan adanya terowongan arus yang akan ke barat dan ke timur tidak perlu menunggu lampu bangjo. Arus dari arah timur maupun barat baru menunggu lampu bangjo jika akan berbelok ke arah Jalan Kaliurang.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi arus dari arah barat agar tidak menumpuk di simpang empat gejayan maka lampu bangjo di kedua titik ini akan direkayasa sedemikian rupa untuk menghindari penumpukan ketika underpass telah dioperasikan. "Itu bisa diatur melalui durasi lampu bangjo," katanya.

Namun Joko menegaskan, dalam perencanaannya terowongan serupa juga akan dibangun di simpang empat Ringroad Gejayan. Sehingga arus lalu lintas bisa berjalan cepat dan tidak terjadi antrean panjang di persimpangan.

Saat ini masih fokus pada kentungan karena pembangunan underpass Gejayan direncanakan pada 2020 mendatang. Akan tetapi, kebutuhan fisik untuk pembebasan lahan underpass Gejayan lebih sedikit dibandingkan dengan Kentungan. Mengingat saat ini space untuk belok kiri jalan terus di Gejayan tergolong cukup lebar. Berbeda dengan Kentungan, dilakukan banyak pembebasan lahan untuk space kiri jalan terus di kedua ruas jalur.

"Ruas pembebasan yang di Kentungan itu selebar cukup untuk dua kendaraan. Kalau pembebasannya setahu saya sudah selesai itu pelaksanaan di Satker Fisik kalau kami kan perencanaan," katanya.