Peruntukan Dana Hibah Pascabencana Badai Cempaka Sudah Ditentukan

Logo Gunungkidul
10 November 2018 05:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Alokasi dana hibah dari Pemerintah Pusat sudah ditentukan peruntukannya setelah sebelumnya ditandatangani perjanjian hibah daerah dan dilakukan sosialisasi kepada daerah yang menerima.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan untuk dana yang diterima wilayah Gunungkidul sebesar Rp75,248 Miliar dan akan diperuntukkan sesuai usulan dan prioritas yang ada.

“Sudah ditentukan peruntukannya untuk perbaikan lima jembatan; satu dam parit di Ngeposari, Semanu; satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Baleharjo; satu jalan di Dusun Gapit, Tegalrejo, Gedangsari,” kata Edy, Jumat (9/11/2018).

Untuk data rumah masih akan diverifikasi lagi. Data kemarin ada 101 rumah, tetapi akan diverifikasi lagi, sesuai yang diajukan kepala desa atau kecamatan.

Untuk lima jembatan itu meliputi Jembatan Mojorejo, di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, lalu Jembatan Tahunan, di Desa Karangduwet, Paliyan, lalu Jembatan Wonolagi Desa Ngleri, Playen, kemudian Jembatan Jelok, Desa Beji, Patuk dan Jembatan Jeruklegi, Desa Katongan, Nglipar.

Meski sudah ditentukan peruntukan dana tersebut, tetapi untuk proses pencairan dimungkinkan pada akhir tahun dan untuk pengerjaan pembangunannya baru pada 2019 nanti, dan dalam waktu satu tahun atau kurang ditargetkan selesai.

Terkait jembatan gantung di Desa Ngleri, Playen yang beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan pembangunan dari pusat juga menurut Edy tidak masalah. Dikarenakan usulan pembangunan pascabadai Cempaka ini juga sudah lama.

“Kalau yang mulai dibangun ini kan jembatan gantungnya. Untuk yang dana besok ini jembatan besar untuk roda empat bisa,” ujarnya.

Kepala Desa Ngleri, Supardal mengungkapkan belum mengetahui secara detail untuk pembangunan jembatan besar di Desa Ngleri. “Kalau jembatan gantung kemarin sudah jalan. Untuk yang jembatan besar belum tahu bagaimana nanti,” ujarnya.

Meski begitu menurut Supardal pembangunan jembatan gantung tersebut tetap penting, karena ditarget pada akhir tahun ini telah selesai. Sementara untuk jembatan besar belum diketahui kapan akan mulai dan terselesaikannya.

“Harapannya tentu segera terealisasi, karena manfaatnya tidak hanya untuk masyarakat sekitar, namun masyarakat umumnya. Dapat mengurangi kepadatan juga di jalur utama jalan Jogja-Wonosari,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto mengharapkan agar realisasi dana Badai Cempaka itu dapat tepat sasaran. Pihak dewan dikatakannya akan mengawal dana tersebut.

“Kaitannya realisasi dana akibat badai cempaka, dapat tersalurkan sesuai korban yang terkena, sesuai data yang sudah ada. Jangan sampai, karena sudah selang waktu lama menjadi salah sasaran,” kata Demas.