Desa di Gunungkidul Mulai Programkan Pembangunan Jamban Sehat

Ilustrasi pembangunan jamban warga. - JIBI
09 November 2018 11:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa di Gunungkidul mulai berani melakukan inovasi untuk berpartisipasi program kesehatan lingkungan. Hal ini terlihat dalam program pembangunan jamban sehat bagi warga kurang mampu.

Salah satu program jamban sehat melalui APBDes terlihat di Desa Girisekar, Panggang. Di dalam program yang disusun di tahun ini ada pembangunan jamban sebanyak 58 unit dengan alokasi per jamban Rp1,5 juta.

Kepala Desa Girisekar, Sutarpan mengatakan, adanya program jamban sehat di desa merupakan dukungan terhadap program pemkab untuk stop buang air besar sembarangan. Di 2019, ditargetkan seluruh warga sudah memiliki fasilitas jamban sehat.

“Untuk itu, kami mulai memprogramkan jamban sehat dan mulai dibangun tahun ini,” kata Sutarpan kepada Harianjogja.com, Kamis (8/11/2018).

Menurut dia, total fasilitas jamban sehat yang dibangun tahun ini berjumlah 58 unit. Adapun rinciannya, 15 unit bersumber dari dana Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan dan 43 unit didanai melalui APBDes yang bersumber dari dana desa.

“Tempat kita masih ada 130an keluarga yang belum memiliki jamban sehat. Untuk itu, di tahun ini kita bangunkan sebanyak 58 unit. Sedang sisanya akan diprogramkan di tahun depan,” ungkapnya.

Selain pembangunan jamban sehat, Pemdes Girisekar juga membangun rumah tidak layak huni dengan bantuan stimulan per KK sebesar Rp5 juta.

“Pembangunan dilakukan di triwulan empat 2018. Jadi untuk saat ini masih dalam proses,” kata mantan Anggota DPRD Gunungkidul ini.

Pembangunan jamban sehat dan RTLH juga terlihat di Desa Bendung, Kecamatan Semin. Di desa ini, memprogramkan pembangunan lima unit RTLH dan 30 unit jamban sehat.

Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto mengatakan, pembangungan jamban sehat dan RTLH masih dalam proses. Menurut dia, pembangunan ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan lingkungan dengan program sanitasi total berbasis masyarakat. Diharapkan dengan bantuan ini maka warga kurang mampu memiliki tempat tinggal layak dan tidak buang air dengan sembarangan.

“Untuk pembangunan kita mendapatkan bantuan CSR dari pihak swasta. Mudah-mudahan dengan pembangunan ini dapat meningkatkan kualitas hidup sehat di masyarakat,” kata Didik.