Rayakan HUT Desa, Pemdes Panggungharjo Gelar Festival Sedesa

Pengelola Desa Budaya Desa Panggungharjo, Fairuzul Mumtaz (kiri) menjelaskan perihal Festival Sedesa saat jumpa pers di Kampoeng Mataraman, Rabu (5/12/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Desember 2018 20:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa Panggungharjo akan merayakan ulang tahun ke-72 Desa Panggungharjo. Rangkaian ulang tahun yang rencananya digelar selama dua pekan tersebut dan dikemas dalam tajuk Festival Sedesa itu akan mempersembahkan berbagai hiburan dan susasana khas tempo dulu.

Sejumlah acara yang digelar adalah pameran potensi desa bidang kuliner, seni, kerajinan, adat, dan tradisi. Selain itu, ada juga pasar rakyat yang menyuguhkan berbagai permainan zaman dulu; pentas seni dan budaya; gebyar pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), hingga parade ronda.

Tak hanya itu, pameran barang-barang antik yang digunakan para pesohor juga akan ditampilkan. Begitu pula pameran barang second-hand yang pernah digelar, bakal kembali dihadirkan karena banyak peminatnya. “Ada lelang barang antik juga nanti pas pembukaan,” kata Ari Prabowo, salah satu panitia acara Festival Sedesa di Kampoeng Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Rabu (5/12/2018).

Adapun rangkaian acara yang dibalut dalam Festival Sedesa itu akan digelar mulai 7-24 Desember di Lapangan Juru Purbo, Geneng dan Kampoeng Mataraman, “Konsep acara dan dokorasi kami hadirkan kembali ke masa lalu agar warga dan tamu merasakan suasana tempo dulu. Festival Sedesa tidak menawarkan keindahan alam seperti tempat-tempat lain, namun yang ditawarkan adalah lifescape atau kehidupan ala pedesaan,” kata Popo.

Desa Panggungharjo diresmikan pada 24 Desember 1946, berdasarkan pada maklumat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang mengubah sejarah kewilayahan di seluruh wilayahnya saat itu. Saat itu wilayah Sleman yang terdiri dari 262 kelurahan dipadatkan menjadi 86 kelurahan. Demikian juga Bantul dari 195 kelurahan menjadi 60 kelurahan. Meski dokumen pengubahan wilayah baru dirilis pada 1948, namun maklumatnya dikeluarkan pada 1946.

Panggungharjo merupakan gabungan dari tiga kelurahan, yakni Cabeyan, Prancak, dan Krapyak. Saat di desa tersebut ada 14 dusun.

Selama ini Panggungharjo sering mendapat kunjungan dari berbagai daerah, bahkan tahun lalu hampir seribu rombongan yang ingin belajar ke Panggungharjo karena dianggap sukses dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya adalah Kampoeng Mataraman.

Pengelola Desa Budaya Desa Panggungharjo, Fairuzul Mumtaz mengatakan festival sedesa dikonsep untuk meninggalkan kejenuhan kota dan kembali merasakan sensasi pedesaan.Pihaknya juga sudah menyediakan beberapa homestay di rumah warga bagi tamu yang ingin menyaksikan rangkaian acara festival.

“Kebetulan ada beberapa komunitas juga yang sudah konfirmasi untuk dating seperti dari Bandung, Sukoharjo, dan Surabaya. Kami sudah siapkan rumah warga,” ujar Fairuz.