Novel Debut Kalis Mardiasih Kupas Trauma Keluarga dan Luka Generasi
Novel debut Kalis Mardiasih, Makamkan Ibu di Samping Ayah, mengangkat trauma antargenerasi, toxic parenting, dan rekonsiliasi keluarga.
Pelaksanaan penjurian sayembara penataan kawasan kumuh di Sleman belum lama ini./Ist-IAI DIY)
Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak empat karya terbaik arsitek profesional akan menjadi referensi utama dalam penataan kawasan kumuh di perbatasan Sleman dan Kota Jogja tepatnya di kawasan Kalibuntung, Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman. Empat karya tersebut telah melalui proses sayembara yang dihelat oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman.
Ketua Bidang Sayembara IAI DIY Erlangga Winoto mengapresiasi langkah Pemkab Sleman yang melakukan penataan kawasan kumuh di area perkotaan. Apalagi penentuan desain dilakukan melalui proses sayembara sehingga hasilnya dipastikan adalah karya terbaik. "Berdasarkan proses penjurian yang independen dan akuntabel kami menetapkan ada empat karya terbaik," katanya Selasa (25/12/2018).
Adapun empat karya tersebut terdiri atas, juara pertama dari Tim A+A yang diketuai oleh Widodo Agung Nugroho dari IAI DIY, juara kedua adalah karya dari Tim Water Urbanism yang diketuai oleh Basauli Umar Lubis dari IAI Bandung. Sedangkan Tim Future Team yang dipimpin oleh Bayu Yunianto dari IAI DIY menjadi juara ketiga dan juara harapan diraih oleh Tim Beecons dari IAI DIY.
"Karya terbaik itu akan dijadikan sebagai rekomendasi untuk penataan kawasan kumuh perkotaan di Sleman, tepatnya si sepanjang bantaran Kalibuntung, Sinduadi, Mlati," katanya.
Penataan kawasan kumuh bantaran sungai di Kutu Dukuh, Sinduadi itu akan dilakukan sepanjang empat kilometer. Kawasan itu berbatasan langsung dengan Karangwaru, Tegalrejo, Kota Jogja yang lebih dahulu ditata oleh Pemkot Jogja. Karangwaru Riverside bahkan menjadi percontohan penataan kawasan kumuh di tempat lain.
Erlangga mengatakan, penataan itu batas penggal sisi utara adalah Ringroad Monjali, sedangkan batas penggal sisi selatan adalah MAN 3 Kota Jogja. Desain terpilih dinilai sudah memperhatikan aspek sosial penataan dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Ia berharap hasilnya akan lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat ketika sudah diterapkan.
"Karya ini sudah memiliki kerangka penataan baik dari sisi sosial kemasyarakatan, kesehatan, kebudayaan, konservasi, teknologi, ekologi, edukasi hingga ekonomi," katanya.
Sekretaris Pelaksanaan Sayembara Penataan Kawasan Kumuh Sleman Ahmad Saefudin Mutaqi menambahkan Proses penjurian dilakukan pada 16 Desember 2018 pada 16 karya yang masuk. Dari 16 karya tersebut kemudian disaring menjadi 15 terkait dengan administrasi. Dari 15 karya yang lolos seleksi administrasi kemudian diuji para juri untuk kemudian ditetapkan sebanyak enam karya.
"Kemudian yang terakhir kami memilih empat karya terbaik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Novel debut Kalis Mardiasih, Makamkan Ibu di Samping Ayah, mengangkat trauma antargenerasi, toxic parenting, dan rekonsiliasi keluarga.
Ledakan stasiun gas di Ras Laffan Qatar menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya. Pemerintah pastikan bukan sabotase.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Munas NU 2026 bahas pengelolaan tambang. PBNU tetapkan aset 100% milik organisasi dan tekankan tata kelola berkelanjutan.
Sebanyak 12 tim dari 12 kota bersaing di MLSC All-Stars 2026 Kudus, ajang pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia.
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.