Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Seorang petani mulai memanen cabai di lahan persawahan di Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Senin (29/10/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Harga cabai di tingkat petani melonjak bahkan sampai pada harga Rp44.000 per kilogramnya. Harga cabai perlahan tinggi sejak setelah lebaran kemarin.
Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Sukarman mengatakan, memasuki musim kemarau merupakan musim yang cukup menguntungkan bagi petani cabai di pesisir selatan. Pasalnya, harga cabai di tingkat petani terbilang tinggi.
Tidak hanya harga yang tinggi, kualitas produk pun dianggap lebih baik saat musim kemarau. "Produksi cabai di lahan pantai bagus sekali, juga harga yang menguntungkan di musim kemarau ini," ujar Sukarman pada Jumat (28/6).
Harga cabai di tingkat petani bahkan mencapai Rp44.000 per kilogram pada Jumat (28/6/2019). "Harga terus bagus, dimulainya sejak setelah lebaran kemarin," kata Sukarman.
Pada Mei dan Juni ini petani cabai di pesisir dalam masa panen cabai. Cabai tersebut sebelumnya memasuki masa tanam di Maret. Harga di awal masa panen dianggap lumayan lebih baik dibanding awal tahun lalu yang sempat anjlok. Meskipun, di awal masa panen Mei lalu harga cabai tergolong normal saja, yaitu pada kisaran Rp19.000 per kilogram.
Petani cabai di pesisir mengalami masa terpuruknya saat awal tahun lalu. Petani merugi bahkan harga bisa sampai Rp3.000 per kilogram. Petani bahkan mengosongkan lahannya dan membakar cabai untuk kemudian menggantinya dengan melon dan semangka karena harga cabai sudah tidak menguntungkan.
Pada awal tahun lalu, harga cabai yang anjlok dipengaruhi juga oleh kualitas cabai yang jelek, sehingga cabai hanya dipasarkan di lokal Kulonprogo saja. "Kalau sekarang ini sudah dipasarkan ke luar Kulonprogo, ada ke Jakarta bahkan ke Pulau Sumatera," ungkap Sukarman.
Saat musim kemarau, kualitas cabai dianggap baik. Salah satu petani cabai di Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Galur, Hariyani mengatakan, saat musim kemarau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) cenderung berkurang dan membuat kualitas tanaman menjadi lebih bagus.
"Kalau musim hujan kemarin hampir separuhnya diserang hama, ada juga yang kena jamur. Itu karena kalau musim hujan kadar airnya tinggi. Harganya juga hanya Rp3.000 per kilogram," tutur Hariyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.