630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dilanjutkan tahun ini. Rencanannya, pembangunan dilakukan di dua ruas yakni ruas Jerukwudel-Baran-Duwet sepanjang 10,6 kilometer dan ruas Legundi-Planjan sepanjang 4,7 kilometer. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dua ruas ini mencapai Rp378,49 miliar. Ditargetkan pembangunan selesai di 2021.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan perjanjian kerja sama untuk pembangunan JJLS tahun ini sudah ditandatangani di Balai Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, beberapa waktu lalu. Menurut dia dengan kesepakatan itu maka proses pengerjaan jalan segera dimulai. “Setelah proses penandatangan kontrak pengerjaan juga telah dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).
Dia menjelaskan pembangunan dua ruas ini dilakukan dengan sistem multiyears. Untuk Jerukwudel-Baran-Duwet jangka waktu pengerjaan selama 30 bulan dengan nilai pembiayaan Rp282,4 miliar dan ruas Planjan-Legundi selama 18 bulan dengan anggaran Rp96,091 miliar. “Jadi total untuk pembiayaan dua ruas ini mencapai Rp378,49 miliar. Ditargetkan pembangunan selesai di 2021,” katanya.
Dikatakan Eddy, meski sudah ada rencananya penambahan ruas jalan yang dibangun sepanjang 15,3 kilometer, namun pembangunan JJLS di Bumi Handayani belum selesai. Pasalnya, masih ada ruas sepanjang 33,14 kilometer yang masih dalam persiapan tender. “Ada tiga ruas yang masih dalam proses persiapan yakni Kretek-Girijati sepanjang lima kilometer, Tepus-Jerukwudel sepanjang 17,9 kilometer, dan Planjan-Tepus sepanjang 10,24 kilomter,” katanya.
Kepala Desa Girisekar, Sutarpan, mengatakan warga di daerahnya sudah menanti kelanjutan pembangun JJLS. Pasalnya, rumor pembangunan sudah berlansung lama, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. “Dulu sempat dibangun, tapi berhenti. Ruas yang belum dibangun dari Girisekar hingga Legundi di Desa Girimulyo,” katanya.
Menurut dia, setelah pembebasan lahan beres, warga terdampak sudah pindah dari lokasi yang akan digunakan untuk JJLS. “Desainnya sudah ada dan nanti jalur baru ini akan lewat di belakang Balai Desa Girisekar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Huawei MatePad Air 2026 resmi dijual di Indonesia seharga Rp13.999.000. Simak spesifikasi, fitur AI, layar, baterai, dan aksesori.
Paparan sound horeg selama satu jam disebut bisa memicu penurunan pendengaran. Dokter menjelaskan risiko dan cara perlindungannya.
Wisata Bromo kembali dibuka mulai 19 September 2026 setelah kawasan dinyatakan aman pascakebakaran. Simak aturan tiketnya.
iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai dijual di 65 negara. Indonesia belum masuk gelombang pertama. Simak harga dan jadwal berikutnya.
Bawa anak ke rumah sakit rujukan? Simak proses rujukan bayi dan anak serta peran TeleNICU dan TelePediatrics.