Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Seorang warga melihat rangka bangunan proyek pembangunan Jembatan Wonolagi di Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Minggu (21/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, mengeluhkan berhentinya proyek pembangunan Jembatan Wonolagi. Praktis dengan macetnya pengerjaan maka mimpi warga untuk memiliki jembatan yang representatif menjadi semakin lama.
Salah seorang warga Wonolagi, Triyono, mengatakan di akhir 2018 warga mendapatkan kabar baik karena mimpi untuk memiliki jembatan yang bagus segera terwujud. Hal ini terlihat dengan dimulainya proses pembagunan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang di 2017.
Meski demikian hingga saat ini mimpi memiliki jembatan itu belum tercapai karena proses pengerjaan macet. “Kami kurang tahu kenapa pembangunan berhenti. Yang jelas macetnya proyek sudah lumayan lama karena sebelum Lebaran sudah berhenti,” katanya kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).
Menurut dia berhentinya pembangunan sangat disayangkan karena dari sisi proses, tiang pancang dan rangka sudah mulai terpasang. “Belum semua tersambung, tapi pekerjaannya sudah mulai dan kenapa malah berhenti di tengah jalan seperti ini,” katanya.
Triyono hanya bisa berharap pembangunan bisa dilanjutkan lagi karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga beraktivitas. “Kami hanya bisa berharap jembatan baru segera dirampungkan,” ujarnya.
Warga lainnya di Dusun Wonolagi, Wagino, menambahkan mimpi warga Wonolagi untuk memiliki jembatan yang bagus sudah sejak lama. Pasalnya, sebelum jembatan rusak diterjang banjir kondisinya sudah memprihatinkan karena lebarnya hanya cukup untuk dilintasi sepeda motor. “Jembatan sempit dan papan kayu penghubung jembatan sudah ada yang rusak,” katanya.
Menurut dia akses masyarakat sangat terbantu dengan adanya jembatan yang melintas di atas Kali Oya ini. “Mudah-mudahan bisa dilanjutkan sehingga tidak jadi bangunan yang mangkrak,” tuturnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala SD Negeri Wonolagi, Karitas Marsudiyanti. Menurut dia jembatan sangat penting bagi masyarakat sehingga saat rusak warga kesulitan untuk beraktivitas. “Warga tidak bisa melintas dan saat beraktivitas harus memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh,” katanya.
Marsudiyanti mengaku senang dengan upaya pembangunan jembatan karena bisa membantu masyarakat dalam beraktivitas. “Tapi malah berhenti sehingga kasihan masyarakat akses yang dimimpikan belum juga terealisasi hingga sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.