Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi guguran lava dari puncak Gunung Merapi ./Twitter-BPPTKG
Harianjogja.com ,JOGJA--Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas pada Selasa (27/8/2019) pukul 18.09 WIB.
Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan guguran awan panas tercatat di seismograf dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi kurang lebih 198,90 detik.
Guguran awan panas itu, tambah Hanik, meluncur dengan jarak mencapai dua kilometer ke arah hulu Sungai Gendol. Sepanjang Selasa, berdasarkan pantauan dari kamera pengintai (CCTV), telah terjadi setidaknya lima kali guguran lava dengan jarak luncur mencapai 650 meter arah hulu Kali Gendol.
Sementara pada hari sebelumnya, Senin [26/8/2019] terjadi enam kali guguran lava ke arah yang sama denan jarak luncur 500-900 meter.
Seperti diketahui, sejak 21 Mei lalu, hingga kini status Gunung Merapi masih Waspada (Level II). Institusinya menyarankan masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Dia hanya mengimbau agar radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi sebaiknya dikosongkan dari segala aktivitas penduduk. "Warga di sekitar agar selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi," kata dia.
Kepada pemerintah daerah dan masyarakat dia juga mengimbau untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanis. "Waspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.