Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Komunitas Legendaris Alumni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) DIY saat memberikan bantuan air bersih bagi warga Dusun Gatak I, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Rabu (11/9/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kekeringan sebagai dampak musim kemarau benar-benar dirasakan oleh warga Gatak I, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Meski ada instalasi PDAM, keberadannya tidak bisa diandalkan karena alirannya sering macet. Guna memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli air dari pedagang swasta seharga Rp130.000 per tangki.
Kepala Dusun Gatak I, Edi Rusmanto, mengatakan di musim kemarau warga di wilayahnya benar-benar krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa membeli dari truk tangki pengangkut air. “Terpaksa beli karena air dari PDAM tidak bisa mencukupi,” kata Edi kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).
Dia mencontohkan, selama musim kemarau keluarganya sudah membeli air sebanyak 18 tangki dengan harga Rp130.000 per tangki. “Satu tangki paling hanya bertahan dua pekan dan setelah habis harus beli lagi,” katanya.
Dijelaskan Edi, di wilayahnya sudah ada instalasi PDAM. Meski demikian, instalasi tidak tersambung ke rumah-rumah karena di Dusun Gatak I hanya ada empat sambungan rumah yang digunakan untuk 101 kepala keluarga. “Sambungannya tidak satu rumah ke rumah lain, tapi hanya ada empat titik dan dari sambungan itu disalurkan ke rumah warga secara bergantian. Untuk pemakaian per satu kubiknya warga dikenakan biaya Rp8.000,” tuturnya.
Hanya, kata Edi, pasokan air dari PDAM sering macet sehingga warga terpaksa membeli. “Kalau mengadalkan aliran PDAM jelas tidak bisa karena alirannya sering macet,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kasino, warga Dusun Gatak I. Menurut dia, aliran air PDAM mengalir hanya menggunakan sistem gravitasi dari bak penampungan yang berada di Dusun Mendang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Hal inilah yang membuat aliran jadi kurang lancar karena sangat bergantung dengan tingkat isian air di bak penampungan. “Kalau bak penuh air bisa mengalir, tapi kalau sudah berkurang, maka aliran tidak sampai ke Dusun Gatak I,” katanya.
Pembina Komunitas Legendaris Alumni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) DIY, KGPH Hadiwinoto, mengatakan jajarannya berinisiatif memberikan bantuan air bersih kepada warga Gunungkidul yang mengalami krisis. Total bantuan yang diberikan sebanyak 30 tangki, salah satunya disalurkan ke Dusun Gatak I, Desa Ngestirejo. “Selain di Ngestirejo, bantuan juga diberikan di Kecamatan Gedangsari, Paliyan dan Saptosari. Bantuan ini tidak ada muatan politis karena murni untuk berbagi dengan sesama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.