Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Suasana Sarasehan Pegiat Sejarah dengan tema Melacak Sejarah Kodim dan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman di Gunungkidul yang berlangsung di Aula Kodim 0730/Gunungkidul, Selasa (17/9/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0730/Gunungkidul menulis sejarah berdirinya markas TNI di Bumi Handayani. Pasalnya, untuk sejarah pendirian Kodim hingga kini belum diketahui secara pasti. Dampak dari permasalahan ini, Kodim Gunungkidul setiap tahun tak pernah merayakan peringatan hari jadi.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Noppy Laksamana Armiyanto, mengaku gelisah dengan kondisi ini. Menurut dia, saat awal masuk ke Gunungkidul dia mencoba mencari tahu terkait dengan hari jadi. Meski demikian, banyak anggota yang tidak mengetahui karena referensi yang ada sangat minim. “Tidak ada yang tahu. Dampaknya, setiap tahun belum ada peringatan hari jadi Kodim Gunungkidul,” kata Noppy di sela-sela kegiatan Sarasehan Pegiat Sejarah dengan tema Melacak Sejarah Kodim dan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman di Gunungkidul yang digelar di Aula Kodim 0730/Gunungkidul, Selasa (17/9/2019).
Menurut dia, penelusuran dilakukan untuk mencari titik terang. Dalam catatan sejarah, markas Kodim Gunungkidul pernah pindah hingga empat kali. “Ini yang harus terus digali. Untuk itu, agar ada kepastian kami meggandeng Dinas Kebudayaan Gunungkidul untuk penulisan sejarah,” katanya.
Kepala Disbud Gunungkidul, Agus Kamtono, mengatakan jajarannya berkomitmen membantu upaya penulisan sejarah Kodim 0730/Gunungkidul. Dalam sarasehan yang digelar Disbud menghadirkan penulis dan pegiat sejarah yang mengetahui seluk beluk tentang TNI. “Kami menghadirkan narasumber dari Kediri, Jawa Timur,” katanya.
Menurut dia, penulisan sejarah Kodim hanya salah satu kegiatan yang dimiliki Pemkab. Pasalnya, di tahun ini Dinas Kebudayaan juga memiliki agenda rutin dalam penulisan sejarah desa di Gunungkidul. “Mudah-mudahan dengan penulisan sejarah ini dapat memperkaya khasanah dan wawasan masyarakat di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.