Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kuota elpiji kemasan tiga kilogram di Gunungkidul layak ditambah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Hiswana Migas DIY, Siswanto, seusai menghadiri rapat koordinasi daerah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pemkab Gunungkidul, Rabu (2/10/2019).
Menurut dia, usulan penambahan kuota tidak lepas masih tingginya keluarga miskin di Gunungkidul. Oleh karena itu, penambahan kuota dinilai hal yang wajar karena banyak masyarakat yang masih membutuhkan. “Harga gas bersubsidi masih terjangkau sehingga masyarakat masih banyak yang membutuhkannya,” kata Siswanto kepada wartawan, Rabu.
Dia menjelaskan alasan lain gas kemasan tiga kilogram masih dibutuhkan karena banyaknya sektor usaha kecil menengah yang berkembang. Padahal, menurut Siswanto, sektor ini harus didukung sehingga usaha yang dijalankan dapat terus maju. “Kalau menggunakan gas nonsubsidi sulit karena harganya mahal. Jadi paling pas untuk usaha kecil yang masih menggunakan gas tiga kilogram bersubsidi. Nanti kalau sudah besar, baru berpindah menggunakan gas nonsubsidi,” tuturnya.
Kuota gas kemasan tiga kilogram di Gunungkidul mencapai 11.000-12.000 per harinya. Adapun untuk usulan penambahan kuota masih butuh koordinasi dan pemantauan lapangan guna memastikan kebutuhan yang diperlukan. “Harus dikaji sehingga kuotanya pasti,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan jajarannya tidak keberatan apabila kuota elpiji subsidi ditambah. Terlebih, selama ini penyaluran tidak terjadi masalah yang berarti. “Untuk saat ini kuotanya mencapai 370.000 tabung setiap bulan,” katanya.
Menurut dia tugas Disperindag Gunungkidul hanya sebatas pengawasan. Selama ini Disperindag sudah mengawasi termasuk menindak penyalahgunaan gas bersubsidi. “Masih ada pengusaha besar yang menggunakan gas bersubsidi. Saat disidak apabila ditemukan penyalahgunaan maka langsung diganti dengan tabung gas nonsubsidi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.