Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kuota elpiji kemasan tiga kilogram di Gunungkidul layak ditambah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Hiswana Migas DIY, Siswanto, seusai menghadiri rapat koordinasi daerah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pemkab Gunungkidul, Rabu (2/10/2019).
Menurut dia, usulan penambahan kuota tidak lepas masih tingginya keluarga miskin di Gunungkidul. Oleh karena itu, penambahan kuota dinilai hal yang wajar karena banyak masyarakat yang masih membutuhkan. “Harga gas bersubsidi masih terjangkau sehingga masyarakat masih banyak yang membutuhkannya,” kata Siswanto kepada wartawan, Rabu.
Dia menjelaskan alasan lain gas kemasan tiga kilogram masih dibutuhkan karena banyaknya sektor usaha kecil menengah yang berkembang. Padahal, menurut Siswanto, sektor ini harus didukung sehingga usaha yang dijalankan dapat terus maju. “Kalau menggunakan gas nonsubsidi sulit karena harganya mahal. Jadi paling pas untuk usaha kecil yang masih menggunakan gas tiga kilogram bersubsidi. Nanti kalau sudah besar, baru berpindah menggunakan gas nonsubsidi,” tuturnya.
Kuota gas kemasan tiga kilogram di Gunungkidul mencapai 11.000-12.000 per harinya. Adapun untuk usulan penambahan kuota masih butuh koordinasi dan pemantauan lapangan guna memastikan kebutuhan yang diperlukan. “Harus dikaji sehingga kuotanya pasti,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan jajarannya tidak keberatan apabila kuota elpiji subsidi ditambah. Terlebih, selama ini penyaluran tidak terjadi masalah yang berarti. “Untuk saat ini kuotanya mencapai 370.000 tabung setiap bulan,” katanya.
Menurut dia tugas Disperindag Gunungkidul hanya sebatas pengawasan. Selama ini Disperindag sudah mengawasi termasuk menindak penyalahgunaan gas bersubsidi. “Masih ada pengusaha besar yang menggunakan gas bersubsidi. Saat disidak apabila ditemukan penyalahgunaan maka langsung diganti dengan tabung gas nonsubsidi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.