Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman wajib menyediakan lahan pertanian dan pangan seluas 35,48 hektare untuk mengganti lahan pertanian yang termakan Tol Jogja-Solo (Joglo) dan Jogja-Bawen.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan dalam trase Jogja-Solo, terdapat Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) terdampak seluas 8,64 hektare. Sementara pada trase Jogja-Bawen, LP2B terdampak seluas 26,84 hektare. Dengan demikian, total LP2B di Kabupaten Sleman yang terdampak seluas 35,48 hektare.
Pemkab Sleman perlu segera menyiapkan pengganti lokasi baru LP2B dengan luasan yang sama, karena LP2B Kabupaten Sleman sudah masuk RTRW Provinsi dan RTRW Sleman harus sama dengan RTRW Provinsi.
“Harus diamankan karena Sleman merupakan lumbung pangan,” kata dia.
Saat ini, Pemkab Sleman mempercepat Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Sleman Timur untuk mengendalikan tata ruang menyusul keberadaan tol. “Untuk pengendalian Jogja-Bawen baru disusun materi teknis produk tata ruangnya,” kata dia, Kamis (24/10/2019).
Pemda DIY akan menyosialisasikan rencana pembangunan Tol Jogja-Solo (Jogjo) pada pekan kedua November nanti kepada warga terdampak. Trase Tol Joglo akan dibanhun di lahan seluas 1.744.068 meter persegi, melalui 2.906 bidang tanah yang tersebar di enam kecamatan dan 14 desa.
Sosialisasi akan dimulai di wilayah Sleman timur, yakni Kalasan yang meliputi empat desa. Lantaran wilayahnya yang luas, ia akan membagi sosialisasi dalam dua etape.
Akan ada empat ruas jalan bebas hambatan di DIY, meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen, Jogja-Kulonprogo dan Cilacap-Jogja. “Kami memprioritaskan Jogja-Solo, dengan pertimbangan kompleksitasnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ubi jalar Bima Pasru di Seyegan, Sleman, mencatat produktivitas 27,8 ton per hektare berdasarkan hasil pengubinan DP3.
Sebanyak 29 Kopdes Merah Putih di Kota Probolinggo mencatat transaksi Rp5,32 miliar sepanjang 2026, didominasi penjualan beras SPHP.
IMCF 2026 di ISI Jogja melibatkan 20 komponis dari lima negara dengan tema Vestigium Sonorum dan kecerdasan artistik.
DPRD DIY meminta UMKM lokal dilibatkan dalam program MBG dan Kopdes Merah Putih serta mendorong perluasan pemasaran dan akses modal.
Kementerian Kebudayaan menargetkan pemugaran Mahastupa Borobudur rampung 24 Oktober 2026. Pemasangan Chattra masih berproses bersama UNESCO.