56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ilustrasi eks Gedung Disbudpar Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius membangun kantor pemerintahan terpadu di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Keseriusan itu terlihat dari rencana pembangunan gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tahap satu di tahun ini. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul juga menyelesaikan detail engineering design (DED) untuk kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Agus Subaryanto, mengatakan wacana pembangunan kantor pemerintahan terpadu terus dimatangkan dan saat ini masterlan sudah disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bahkan, untuk tahun ini sudah dimulai pembangunan untuk gedung BPBD. “Masih dalam proses dan rencananya pembangunan dilanjutkan tahun depan,” kata Agus, Selasa (5/11/2019).
Menurut dia, meski sudah ada masterplan kompleks perkantoran, konsep dari program ini harus diperjelas. Salah satunya dengan menyusun DED untuk kantor-kantor pemerintah yang akan dibangun.
Agus menuturkan untuk tahun ini ada dua DED yang disusun, yakni perencanaan kantor untuk DPUPRKP dan Dinas Pertanian dan Pangan. Menurut dia, penyusunan ini sudah sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh Bappeda. “Jadi nanti kami juga ikut pindah ke kompleks kantor terpadu di Siraman,” katanya.
Disinggung mengenai kepastian pembangunan kompleks secara penuh, Agus belum bisa mengungkapkan. Hal ini dikarenakan pembangunan sangat bergantung dengan kemampuan keuangan daerah.
Sebagai gambaran, tahun ini baru dibangun gedung untuk BPBD. Direncanakan tahun depan dilanjutkan pembangunan gedung BPBD tahap dua dan kantor Dinas Pertanian dan Pangan. “Yang jelas dilakukan secara bertahap karena anggaran yang dimiliki terbatas. Untuk saat ini dimatangkan dulu konsepnya melalui DED, setelah itu dilanjutkan pembangunan fisik,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono, belum tahu apakah kantornya ikut dipindah ke kompleks perkantoran terpadu. Meski demikian, ia menegaskan Dinas Kebudayaan harus pindah dari kompleks Bangsal Sewokoprojo yang akan diusulkan menjadi bangunan cagar budaya sehingga tidak boleh ada aktivitas pemerintahan di dalamnya. “Kami tidak sendiri karena BPBD dan Satpol PP juga pindah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.