Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Sekjen Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, Timotius Apriyanto, menyesali pembubaran upacara keagamaan Hindu di Bantul. Menurutnya, insiden ini terjadi akibat pemahaman toleransi di masyarakat masih terlalu sempit.
“Banyak kelompok penghayat kepercayaan maupun kerohanian di Jogja, baik yang sudah terdaftar maupun belum. Toleransi di Jogja seharusnya istimewa dibandingkan dengan daerah lain,” ujarnya.
Menurut dia, toleransi sejati berdasarkan spirit persaudaraan dalam ikatan kemanusiaan. Toleransi seperti itulah yang harusnya menjadi karakter DIY, dan bukan toleransi formalistik.
“Pendekatan yang dilakukan mestinya tidak hanya menggunakan penagakan legal formal atau mayoritas dan minoritas. Namun pendekatan budayalah yang mestinya menjadi lebih penting,” ucap dia.
“Kita tahu bahwa kekayaan kebudayaan Jogja salah satunya terletak pada ritual-ritual kebudayaannya. Kegiatan sedekah laut atau labuhan misalnya, memiliki banyak sekali makna simbolik yang menjadi bagian dari peradaban masyarakat Jogja. Apabila pelaksanaan ritual seperti itu didekati dengan penegakkan legal formal, maka akan tamatlah kebebasan berkebudayaan di Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.