Pilur Gunungkidul Digelar September, 230 TPS Disiapkan
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Tanah longsor di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, akhir 2018 lalu/Ist-Dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyebut banyak early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di zona rawan longsor sudah tak berfungsi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul Agus Wibowo Arifianto mengatakan ada 30 EWS yang tersebar di kawasan rawan longsor di Gunungkidul utara. Kondisi alat yang terpasang memprihatinkan karena banyak yang mati. “Kami sudah cek dan hasilnya hanya ada tiga yang berfungsi. Sedang sisanya sebanyak 25 unit rusak dan dua lainnya hilang dicuri,” kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/12).
Menurut dia, ada beberapa penyebab kerusakan, misalnya menjadi sarang semut atau mengalami kerusakan pada aki yang menjadi motor penggerak sirine dari signal EWS. Selain itu, ada juga alat yang tertimbun longsor. “EWS yang tertimbun longsor ada di Desa Girijati, Purwosari,” katanya.
Agus mengakui BPBD tak lagi memiliki kewenangan perbaikan karena EWS sudah dihibahkan kepada masing-masing desa. “Kami terbentur aturan sehingga hanya bisa mengimbau agar EWS dicek secara rutin agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk perbaikan, desa bisa mengalokasikan anggaran dari dana desa,” katanya.
Agus mengatakan peringatan dini tsunami di kawasan pantai selatan juga mengalami kerusakan. Ada delapan EWS tsunami yang dipasang BNPB, tetapi karena terjangan Badai Cempaka di akhir 2017, semuanya tak berfungsi lagi.
“Sudah kami laporkan ke BNPB, tapi hingga sekarang belum ada rencana perbaikan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan keberadaan EWS sangat penting sebagai upaya membantu dalam kesiapsiagaan bencana. BPBD terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan memperluas jaringan desa tangguh bencana. “Memang belum semua desa menjadi destana, tapi pembentukan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun depan ada enam desa yang akan dijadikan destana,” katanya.
Sebaran EWS longsor di Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
TKD mangkrak di Pleret, Bantul, kini jadi lahan percontohan pertanian berbasis IoT dan AI dengan sistem penyiraman otomatis.
Unsoed memastikan kepemimpinan universitas tetap berjalan meski KPK memeriksa sejumlah pejabat rektorat di Jakarta.
Saksi Robby Darussalam menyebut pemberian uang THR kepala dinas kepada Bupati Pekalongan sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan sebelumnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebut sejumlah nama telah diamankan terkait karhutla Kalimantan yang mencapai 1.487 hotspot.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.