Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata masih belum sesuai target. Hingga akhir tahun ini, target Rp27,8 miliar baru tercapai 75%. Guna menutup kekurangan ini, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul berharap meraup pendapatan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Kepala Dinpar Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan hingga saat ini perolehan PAD masih jauh dari target. Di sisa waktu yang ada, Dinpar sebisa mungkin akan memenuhi target. Salah satunya dengan menggantungkan tambahan pendapatan di libur Nataru.
Dijelaskan Asti, berkaca dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya saat libur Nataru terjadi lonjakan pengunjung yang signifikan. Diharapkan dengan adanya peningkatan itu dapat menambah pemasukans sehingga membantu mencapai target PAD dari sektor pariwisata. “Capaian PAD saat ini baru 75 persen. Harapannya dengan libur akhir tahun ini bisa menambah pemasukan,” katanya, Jumat (6/12/2019).
Untuk kontribusi PAD, destinasi wisata pantai masih mendominasi karena jumlah kunjungan masih terfokus di kawasan tersebut. “Agar lebih bervariasi kami terus mengembangkan destinasi nonpantai. Sebenarnya sudah banyak destinasi lain seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk hingga kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran,” katanya.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan jajarannya mulai bersiap menyambut libur Nataru. “Selasa [10/12] ada rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkab untuk membahas persiapan libur Nataru, kata Hary.
Dia berharap saat libur Nataru kondisi cuaca di kawasan pantai bersahabat sehingga pengunjung tidak terganggu saat berwisata. “Mudah-mudahan tidak ada gelombang tinggi sehingga tidak berpengaruh terhadap tingkat kunjungan. Tahun lalu, target PAD tidak tercapai salah satunya dipengaruhi adanya isu tsunami atau gelombang tinggi yang terjadi sehingga wisatawan batal berkunjung,” katanya.
Untuk kenyamanan pengunjung, selama libur Nataru Dinpar mengimbau kepada pengusaha agar tidak mematok harga seenaknya. Guna memberikan kemudahan diharapkan para pedagang mencatumkan harga makanan yang dijual. “Kami akan memantau dan memberikan pembinaan agar pedagang ikut berpartisipasi dalam pengembangan wisata. Salah satunya dengan tidak menaikkan harga seenaknya karena dapat merugikan pengunjung yang datang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
PSI Bantul merampungkan kepengurusan di 17 kapanewon dan 76 DPRt, lalu memulai konsolidasi dan pendidikan politik menuju Pemilu 2029.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.