Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi mobil korban kekerasan jalanan./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah ruas jalan di Kota Jogja, terutama yang berada di Kecamatan Umbulharjo dinilai rawan tindak kekerasan jalanan, salah satunya adalah klithih. Setelah akhir tahun lalu terjadi serentetan aksi kekerasan jalanan di sejumlah ruas jalan yang ada di Kecamatan Umbulharjo, Rabu (8/1/2020) dini hari, kejadian serupa kembali terjadi.
Berdasarkan unggahan Facebook seorang pengendara mobil dengan akun Jajanno, ketika melintas di Jalan Gambiran, Kecamatan Umbulharjo, Jogja, dia melihat ada banyak remaja bergerombol di tengah jalan dan melempar-lempar barang seperti batang kayu ke setiap pengendara yang lewat, baik yang dari arah utara maupun selatan.
Staf Humas Polsek Umbulharjo, Bripka Widodo Lestari mengatakan Jalan Kusumanegara dan sekitarnya memang sering menjadi sasaran lokasi kejahatan karena merupakan jalur utama akses masyarakat ketika akan pulang setelah dari daerah kota seperti malioboro dan sekitarnya.
Sejumlah titik di wilayah Kecamatan Umbulharjo yang dinilainya rawan tindak kekerasan jalanan, di antaranya adalah Jalan Kenari, Jalan Kapas, seputaran Stadion Mandala Krida, Jalan Lowanu, Jalan Gambiran, Simpang Wirosaban dan Jalan Pramuka.
Dia mengaku setiap malam aparat Polsek Umbulharjo selalu berpatroli, khususnya setiap Sabtu malam hingga Minggu dini hari atau saat hari libur di mana potensi kejahatan meningkat. “Kalau hari libur, personel yang terlibat [patroli malam bisa sampai 40 orang. Mereka berjaga sampai Subuh,” ujarnya.
Saat disinggung soal unggahan salah satu warganet terkait dengan kejadian di Jalan Gambiran, dia mengaku sebenarnya sudah berpatroli ruas jalan itu, namun aparat yang bertugas belum menemukan gerombolan anak muda tersebut. “Setiap gerombolan yang sedang menongkrong, pasti kami periksa, jika tidak ditemukan benda berbahaya kami suruh pulang,” katanya.
Namun jika dalam pemeriksaan itu ditemukan benda berbahaya, mereka akan dibawa ke kantor. Termasuk pengendara motor yang mencurigakan, tim patroli akan menghentikan dan memeriksanya, jika surat-surat tidak lengkap akan ditilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.