Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Terdakwa Gabriella Yuan Anna Kusuma mendengarkan pembacaan pembelaan oleh penasehat hukum dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek perbaikan saluran air hujan (SAH) Kota Jogja yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Pengadilan Tipikor, Jogja, Kamis (9/1/2020)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Sidang kesembilan terdakwa kasus suap proyek rehabilitasi saluran air hujan (SAH) Supomo, Gabriella Yuan Anna Kusuma, digelar di Pengadilan Tipikor Jogja, Kamis (9/1/2020). Dalam sidang pembacaan pleidoi itu, terdakwa memohon penggantian pasal yang disangkakan.
Dalam pembacaan pledoinya, Gabriella mengaku merespons tawaran Eka Safitra karena perusahaannya butuh kerjaan, yang saat itu memang sedang sepi. "Meski saya dasarnya sudah tahu Eka tidak bisa menentukan kemenangan. Mereka hanya membantu, karena Eka ada di jogja," katanya.
Penasehat hukum Gabriella, Sofian Muhammad, mengatakan dalam kasus ini Gabriella merupakan pihak yang pasif dan dikecoh dalam permainan birokrasi oleh Eka Safitra, yang terus mendesaknya untuk menerima tawaran menggarap proyek SAH Supomo dengan fee 5%.
"Saat ditawari, sebenarnya terdakwa tidak respek karena tahu Eka tidak memiliki kuasa hntuk memenangkan lelang. Namun karena kondisi perusahaan sedang sepi pekerjaan dan terdakwa bertanggungjawab pada pekerja yang tidak sedikit, akhirnya terdakwa menerima tawaran itu," ujarnya.
Gabriella disebutkan memberi uang kepada Eka Safitra sebanyak tiga kali dalam tiga periode yang berbeda, yakni April, Juni dan Agustus, dengan total sebesar Rp221 juta. Seluruh uang itu, kata Sofyan, diserahkan pada Eka dan tidak ada yang ke panitia lelang atau Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Kawasan Perumahan (DPUPKP) Kota Jogja.
Tak hanya itu, dalam proses lelang juga sama sekali tidak ada intervensi Eka. Perusahaan terdakwa yakni Widoro Kandang menang dengan wajar karena memenuhi syarat administratif, teknis dan penawaran terendah.
Namun karena merasa sudah menerima tawaran Eka, terdakwa pun tetap membayarkan sejumlah uang yang diminta. Gabriella juga telah memulai belanja barang untuk pengerjaan proyek dan mulai mengerjakan meski anggaran dari Pemkot belum cair, dengan dana sendiri sebanyak Rp1,5 miliar.
"Saat anggaran cair Rp1,5 miliar, terdakwa belum sempat mengfunakannya karena sudah terkena OTT. Terdakwa pun langsung mengembalikannya. Setelah itu perusahaan terdakwa diputus kontrak sepihak. Terdakwa tidak merugikan negara sama sekali, melainkan malah kena rugi," katanya.
Atas pertimbangan itu, pihaknya meminta tuntutan di sidang sebelumnya yang menjerat Gabriella dengan pasal 5 ayat 1 huruf a UU No. 31/1999 jo pasal 2 UU No. 20/2001 jo pasal 64 KUHP diganti dengan pasal 13 UU No. 31/1999 jo pasal 64 KUHP.
"Karena uang suap bukan ke DPUPKP tapi ke jaksa. Di Pasal 5, hukumannya dua tahun penjara, minimal satu tahun penjara. Di Pasal 13 hukuman maksimal tiga tahun penjara, tanpa minimal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.