Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Peserta aksi SatuPuntungSejutaMasalah menghitung jumlah puntung rokok yang terkumpul, di Malioboro, Minggu (24/11/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menerapkan Malioboro sebagai salah satu kawasan tanpa rokok (KTR) pada Maret mendatang. Sebelum kebijakan itu diterapkan, sejumlah fasilitas perlu dipersiapkan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Eni Dwinarsih mengatakan sejumlah fasilitas yang perlu disiapkan salah satunya yakni tempat khusus merokok. “Sejauh ini, di Malioboro baru terdapat satu, yakni di Mall Malioboro,” ujarnya, Jumat (10/1/2020).
Kelak, di Malioboro tempat merokok tidak boleh berada di jalur pedestrian. Selain akan merusak fasilitas untuk pejalan kaki, jalur pedestrian juga terdapat banyak pengunjung yang lalu-lalang. Pemkot akan bekerja sama dengan para pelaku usaha seperti toko, mal, dan hotel untuk bisa menyediakan tempat merokok.
Saat ini, Dinkes Kota Jogja sedang mendata berapa banyak pelaku usaha di Malioboro dan di mana lokasi yang harus memiliki ruang merokok. “Pelaku usaha sudah merespons, mereka minta proposal kami. Jumlahnya masih kami kaji,” katanya.
Ruang merokok akan ditempatkan di persil atau lahan tertentu. Beberapa syarat ruang merokok adalah terpisah dari gedung utama, tidak di dekat pintu, memiliki akses udara luar, dan tidak menjadi tempat lalu-lalang. Sementara desain dan komponen di dalamnya diserahkan kepada masing-masing pemilik persil.
Selain di Malioboro, Pemkot juga menggencarkan pelaksanaan KTR di setiap organisadi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat. Kepala OPD menjadi satgas KTR, sehingga wajib memantau pelaksanaan KTR.
“Camat juga diwajibkan memantau KTR untuk hotel dan restoran di wilayahnya,” katanya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kota Jogja, Bayu Laksmono, mengatakan pada Jumat (16/1/2020) mendatang jawatannya akan menggelar sosialisasi penyebarluasan KTR, dengan mengundang kepolisian, kodim dan seluruh OPD.
Dari hasil pemantauan dan evaluasi, pelaksanaan KTR belum 100%. Di beberapa instansi masih ditemukan asbak dan alat merokok. Meski demikian, sanksi sejauh ini masih berupa pembinaan. “Memberi informasi saja supaya mereka memahami,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.