Anak Krakatau Tetap Siaga Usai Erupsi Menerus 25 Jam
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
Polisi menunjukan sejumlah pelaku kejahatan dalam gelar perkara di Mapolres Sleman, Selasa (8/1/2019)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA - Tagar #DIYdaruratklitih dan #Klitih diserukan puluhan ribu netizen di Twitter seiring munculnya kasus kejahatan jalanan itu di DIY.
Sejumlah netizen yang mencuit tagar ini antara lain, @m_dzikril, "Dari semalem sampe sekarang serius kepikiran, adek" yg paginya sekolah, malemnya klitih. Kapan mereka ngerjain PR-nya. #DIYdaruratklitih"
Selain itu ada akun @tjandradp, "Dinas Nakertrans, biaya perjalanan Jogja ke wuhan brpa ya? Mohon para pelaku klitih itu bisa kali di transmigrasi ke Wuhan Cina. Disini ga ada gunanya juga mereka hidup -.- #DIYdaruratklitih"
Saat detikcom meminta tanggapan terkait trending ini ke Polda DIY, polisi memastikan semua kasus kejahatan jalanan alias klitih selama tahun 2020 terungkap.
"Kasus pada tahun 2019 tidak ada kasus [klithih] yang terungkap. Yang 2020, ada tiga kejadian baru saja, sedang dikejar," ujar Direskrimun Polda DIY, Kombes Burkan Rudi Satria, saat berbincang kepada detikcom, Selasa (4/2/2020).
Burkan menegaskan permasalahan klithih menjadi masalah bersama. Polisi sebagai penegak hukum, kata Burkan akan menjalankan tugas dan perannya. "Kalau tanggapan saya soal trending itu, ya [pelaku] saya tangkap," lanjutnya.
"Masalahnya, apakah kita akan begini terus? Tolong dong yang punya anak, keluarga, orang tuanya berperan. Kita pasti, sebagai penegak hukum. Lalu bagaimana keluarga sebagai ujung terdepan untuk pencegahan?" kata Burkan.
Menurutnya, ada pemerintah daerah, sekolah dan keluarga yang memegang peran pencegahan yang harus ambil tindakan. Tugas pokok saat ini, menurut Burkan adalah soal pencegahan. "Kalau soal pengungkapan kasus, semua terungkap," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
DPRD Kota Jogja menyoroti biaya listrik dan pemeliharaan balai RW yang masih ditanggung warga secara swadaya dan meminta Pemkot turun tangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.
BGN menyesuaikan sementara pelaksanaan MBG di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau seiring penerapan PJJ mulai 7 September 2026.
YIA tetap beroperasi normal meski 30 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
BMKG memprakirakan cuaca Senin didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Simak prakiraan cuaca dan suhu lima wilayah DIY.