Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Siswa SMPN 6 Jogja sedang makan dan minum menggunakan wadah yang dibawa sendiri dari rumah, beberapa waktu lalu. /Ist-Dok Humas Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-- Penggunaan plastik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang ringan dan kuat membuat plastik mudah digunakan. Di sisi lain, sampah plastik mengancam kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Sampah plastik membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami.
Masyarakat dunia saat ini sedang gencar melakukan pengurangan penggunaan plastik. Tak terkecuali di lingkungan sekolah, seperti yang dilakukan SMPN 6 Jogja, dengan program diet plastik. Melalui program ini, seluruh warga sekolah diimbau untuk mulai mengurangi penggunaan plastik.
Kepala Sekolah SMPN 6 Jogja, Titik Sugiarti, menjelaskan kampanye memerangi sampah plastik harus terus dilakukan mengingat keberadaan sampah plastik masih menjadi momok bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. “Sosialisasi diet plastik terhadap siswa merupakan langkah penting. Bagaimana mengenalkan bahaya sampah plastik sejak usia dini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Terkait dengan kegiatan ini, pihaknya telah membuat kebijakan sekolah terhadap siswa untuk membawa tempat makan dan botol minum atau tumbler dari rumah, guna menghindari penggunaan plastik saat jajan makananan atau minuman di sekolah.
Dengan anjuran siswa membawa tumbler sendiri menjadikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak lebih sehat dan terpilah. “Setidaknya terhindar dari zat pengawet dan bahan kimia lainnya dalam produk industri makanan atau minuman kemasan,” katanya.
Ia mengaku tidak mudah menerapkan program tersebut. Beberapa murid sempat mengaku merasa terbebani. “Awalnya susah, karena siswa sudah terbiasa jajan snack. Namun seiring berjalannya waktu, sekarang sudah biasa, ternyata bisa lebih sehat,” ujarnya.
Menurutnya, masifnya penggunaan plastik dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup yang cenderung lebih memilih hal yang instan dan praktis, sehingga, menyebabkan sampah plastik di kota besar dari tahun ke tahun terus meningkat. Melalui program ini, diharapkan bisa sedikit mengubah gaya hidup masyarakat yang terlalu bergantung pada plastik.
Lurah Cokrodiningratan, Narotama, mengatakan sangat mengapresiasi program diet sampah SMPN 6 Jogja ini. Di Kelurahan Cokrodiningratan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dengan mengelola sampah khususnya sampah rumah tangga.
Ia menuturkan di Cokrodiningratan terdapat 13 kelompok bank Sampah yang berkegiatan memilah dan mengolah sampah menjadi berbagai benda baru yang lebih berguna. Salah satu pengolahan yang dilakukan yakni mengubah sampah organik menjadi briket arang.
Briket arang kata dia merupakan bahan bakar alternatif yang bisa dibuat sendiri dari sampah organik seperti daun dan ranting kering. “Selain dapat digunakan sendiri juga dapat dipasarkan menjadi tambahan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Xiaomi konfirmasi REDMI Note 17 Series rilis 16 September 2026 di Indonesia. Hadir 4 model dengan baterai 10.000 mAh dan sertifikasi TÜV SÜD.
T.O.P membatalkan fan meeting Jakarta H-9. Agensi menyebut kondisi setempat, sementara kaitannya dengan erupsi Anak Krakatau belum dikonfirmasi.
Mau beli HP lipat? Jangan hanya melihat RAM dan kamera. Chipset ikut menentukan multitasking, kamera, gaming, AI, dan efisiensi.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras