30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Rumah bantuan korban Siklon Tropis Cempaka yang berada di Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (26/2/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 40 keluarga (KK) yang rumahnya rusak akibat siklon tropis Cempaka yang terjadi November 2017 lalu menerima bantuan rumah. Rumah yang baru selesai dibangun itu diserahterimakan secara simbolis oleh Bupati Bantul Suharsono di Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (26/2/2020).
Total ada 12 unit rumah yang dibangun di Dusun Sompok Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. Selain di Sriharjo, bantuan rumah tersebar di Desa Karangtengah dan Selopamioro, Kecamatan Imogiri; Gilangharjo, Kecamatan Pandak; Munthuk, Kecamatan Dlingo; Sitimulyo, Kecamatan Piyungan; Wonolelo, Kecamatan Pleret; Donotirto, Kecamatan Kretek; dan di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong.
“Hari ini [Rabu] serah terima bangunan sudah dilakukan supaya segera dapat ditempati oleh warga yang sudah cukup lama menanti bangunan ini,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, seusai prosesi penyerahan kunci rumah, Rabu.
Dwi mengatakan bantuan rumah tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diusulkan oleh Bupati Bantul pada Desember 2017. Usulan diajukan terkait dengan perbaikan kerusakan bangunan rumah warga dan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat siklon tropis cempaka.
Nilai bantuan yang cair pada 2019, kata Dwi, adalah sebesar Rp64 miliar yang kemudian digunakan untuk membangun 40 unit rumah dan lima jembatan. Proses pembangunan 40 unit rumah itu baru selesai akhir Desember lalu dan baru diserahkan kepada warga pada bulan ini.
Sedangkan untuk pembangunan jembatan masih dalam proses lelang. “Untuk pembangunan jembatan ditarget dalam enam bulan ini atau maksimal sembilan bulan selesai,” ujar Dwi.
Kelimanya jembatan tersebut masing-masing adalah jembatan Gedung Jati (Imogiri), jembatan Kiringan Jetis l (Jetis), jembatan Gayam (Pleret), jembatan Benyo (Pajangan), dan jembatan Dzikrul Ghofilun (Kasihan). Kelima jembatan itu sudah dilelang sejak tahun lalu, namun gagal lelang sehingga tahun ini merupakan lelang ulang dengan anggaran sekitar Rp57 miliar.
Dwi menambahkan 40 rumah bantuan yang dibangun merupakan rumah tipe 36 yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 100 meter persegi dengan nilai bangunan sekitar Rp80 juta per unit. Lahan yang dijadikan lokasi pembangunan rumah adalah lahan milik kas desa yang dibeli oleh Pemkab Bantul.
Dari pantauan Harian Jogja, bantuan rumah tersebut sudah berdiri tegak dan sudah bisa ditempati. Hanya menyisakan finishing seperti pemasangan kramik, penghalusan tembok, dan penambahan dapur.
Rumah tipe 36 terdiri dari satu ruang tengah, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. Bagian belakang menyisakan lahan kosong untuk dapur. Demikian bagian depan rumah juga terdapat sisa lahan cukup luas untuk taman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.