KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Andi Rambe
Harianjogja.com, SLEMAN--Kementerian Agama (Kemenag) Sleman masih menunggu kebijakan dari Kemenag RI terkait kemungkinan penundaan ibadah haji tahun ini. Meski begitu hingga kini Kemenag Sleman masih melayani pelunasan biaya ibadah haji yang dilakukan oleh jamaah haji dari wilayah Sleman.
Seperti diketahui, sebelumnya muncul sebuah permintaan penundaan ibadah haji 2020 yang dilakukan oleh Menteri Haji Arab Saudi Mohammed Saleh Benten guna mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sleman Sugito mengaku hingga kini menunggu kebijakan resmi dari Kemenag RI terkait dengan keberlangsungan ibadah haji 2020. Kebijakan dari Kemenag RI tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi Kemenag Sleman untuk memutuskan kebijakan pelaksanaan haji di kabupaten Sleman.
"Kemenag Sleman mengacu kepada Pusat, saya belum tahu apakah kabar dari Arab Saudi itu betul atau tidak, saya belum mendapatkan informasi apakah Arab Saudi memang mengeluarkan kebijakan tersebut atau tidak," ujar Sugito, Rabu (1/3/2020).
Meski begitu dia mengaku masih menerima pelunasan biaya haji dari masyarakat. “Kami masih menerima dokumen pelunasan biaya ibadah haji, untuk mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 pelayanan pelunasan biaya ibadah haji hanya dilakukan seminggu dua kali yakni hari Selasa dan Kamis," kata dia.
Dia menjelaskan total jemaah haji di Sleman, berdasarkan catatan Kemenag Sleman ada 1.174 orang. Dari total itu, sebanyak 480 orang atau sekitar 40% di antaranya sudah melunasi biaya.
Disinggung soal teknis pembayaran, sejauh ini kantornya sudah berupaya untuk mengimbau kepada para calon jemaah haji untuk melunasi biaya melalui sistem online. Akan tetapi banyaknya jemaah haji yang lanjut usia membuat sistem daring itu menjadi kendala.
Tak hanya itu, sembari menungu kejelasan dari Pusat, Kemenag Sleman diakuinya juga terus menyosialisasikan soal istithaah kemampuan kesehatan kepada sejumlah jamaah calon jemaah haji dari Sleman. Sosialisasi itu digelar atas kerja sama dengan Kementerian Kesehatan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. “Selain sosialisasi, kami juga mengecek tes kesehatan para calon jemaah haji di lapangan Pemkab Sleman, kata Sugito.
Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan sosialisasi tersebut merupakan upaya Pemkab dalam memastikan kesiapan kesehatan calon jamaah haji dari Kabupaten Sleman. Mengingat setiap muslim yang akan menunaikan ibadah haji harus memenuhi kriteria mampu. “Tidak saja mampu secara ekonomi, namun termasuk dari aspek kesehatan sebagaimana diamanahkan dalam Permenkes No.15/2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji,” ujar Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.