Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi petani menanam padi /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak fokus menanam padi di musim tanam kedua. Pasalnya, curah hujan diprediksi berkurang sehingga bisa berpengaruh terhadap perkembangan tanaman.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan curah hujan di masa tanam kedua bakal jauh berkurang. Oleh karena itu, ia meminta kepada petani untuk tidak fokus penanaman padi. Lahan yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan kacang hijau.
“Kalau jaringan irigasi masih mencukupi menanam padi tidak masalah, tetapi kalau ladang ada baiknya menanam komoditas lain,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).
Alasan untuk tidak menanam padi bukan tanpa alasan, karena saat ini memasuki masa pergantian musim dari penghujan ke kemarau. Kondisi ini sangat berpengaruh karena curah hujan yang turun tidak setinggi pada saat masa tanam pertama.
Kondisi itu harus benar-benar diperhatikan oleh para petani agar tidak merugi. “Semua butuh operasional. Jadi, komoditas tanaman pangan yang ditanah harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau sudah tidak ada air, jangan paksakan tanam padi dan bisa diganti dengan tanaman lain sehingga tidak merugi,” katanya.
Salah seorang petani di Desa Bulurejo, Kecamatan Semin, Wartono, mengatakan seusai memanen padi di masa tanam pertama dia langsung mulai untuk penanaman padi di masa tanam kedua. Dia beralasan di sekitar lahan miliknya masih banyak air sehingga bisa digunakan untuk pemeliharaan. “Sudah mulai ditanam dan mudah-mudahan bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Ia berharap kejadian tahun lalu di mana kemarau datang lebih awal tidak terulang kembali sehingga petani tidak merugi. Pada 2019, padi yang ditaman mengalami puso karena kekurangan air. “Mudah-mudahan kejadian tahun lalu tidak terulang lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.