Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pembeli saat berinteraksi dengan pedagang di Pasar Ngingrong, Desa Mulo, Wonosari./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA - Dari sekitar 520 masid yang tersebar di Kota Jogja, 400 masjid di antaranya telah menyatakan tidak akan menggelar tarawih berjamaah.
“Dari rapat dengan Kemenag, Dewan Masjid, kecamatan dan kelurahan, pasar tiban Ramadan tidak ada yang buka,” kata Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, Rabu (22/4/2020)..
Pasar tiban Ramadan biasa buka di sore hari menjajakan kuliner khas Ramadan, biasanya ada Nitikan, Kauman dan Jogokaryan. Tidak buka pasar tiban Ramadan tersebut ada yang dengan tegas melarang, ada pula yang mempersilakan namun tidak mengorganisir.
Untuk takjilan kata dia, sejumlah masjid masih melaksanakan namun dengan mekanisme yang disesuaikan. Ada dua mekanisme, yakni disediakan di masjid dengan jamaah mengambil, atau takmir mengirim ke rumah warga.
Ketua Takmir Masjid Jogokaryan, Muhammad Jazir, mengatakan masjid Jogokaryan selama Ramadan akan tetap melaksanakan tarawih berjamaah dan membagikan 3.000 box takjil setiap hari. “Tetap dilaksanakan, dengan beberapa penyesuaian,” katanya.
Pelaksanaan takjil berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini takjil dibagikan dengan mekanisme take away dan drive thru di beberapa titik. Pengemasan takjil tidak lagi menggunakan piring, tapi box sehingga lebih fleksibel.
Sementara untuk salat tarawih pihaknya menerapkan protokol seperti halnya salat jumat yang tetap terlaksana selama ini, yakni dengan membatasi jarak jamaah, bilik sterilisasi bagi jamaah yang dating, membagikan hand sanitizer dan meniadakan karpet.
Untuk pasar tiban Ramadan, ia mengungkapkan pihaknya tidak mengadakan kepanitiaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun jika masyarakat mau berjualan di sekitar masjid ia tetap mempersilakan. “Kami serahkan kepada warga,” ucapnya.
Ketua Takmir Masjid Gede Kauman, Azman Latif, mengatakan Masjid Kauman tidak menyelenggarakan tarawih berjamaah, takjil di masjid dan kegiatan pengumpulan masa lainnya. “Pengajian ba’da subuh, jelang buka puasa dan seusai salat tarawih masih ada, tapi lewat sound dan radio Saka FM,” katanya.
Kegiatan tadarus kata dia, dialihkan menggunakan zoom. Hal ini sudah diuji coba dua kali. Untuk takjil, awal Ramadan pihaknya menyediakan 1.500 porsi yang diantar ke rumah warga. Ia juga sediakan sebagian kecil di halaman masjid untuk jaga-jaga apabila ada musafir yang perlu membatalkan puasa.
Senada dengan Masjid Gede Kauman, Pengurus Masjid Syuhada Bidang Pendidikan, Rendra Agusta, mengungkapkan Masjid Syuhada juga meniadakan tarawih berjamaah dan takjil di masjid. “Tidak mengadakan tarawih dan solat jamaah lainnya, mengikuti edaran pemerintah,” katanya.
Meski demikian, pihaknnya tetap menyediakan takjil sebanyak 250 porsi per hari yang dibagikan secara take away kepada masyarakat di lingkungan masjid dan ojek online yang lewat. “Nanti akan kami evaluasi sesuai keadaan selanjutnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.