Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 53.319 KK di Kota Jogja akan menerima bantuan tunai non cash yang akan diberikan oleh Kementerian Sosial, Pemda DIY dan Pemkot Jogja. Jumlah ini merupakan 38,3% dari total jumlah KK di Kota Jogja, yakni 139.108 KK.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan KK yang akan mendapat bantuan ini adalah mereka yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) dan mereka yang terdampak pandemi covid-19 di luar kedua data tersebut.
“Bantuan berupa uang tapi diberikan melalui bank. Bentuk bantuan skemanya berbeda-beda. Ada yang Rp200.000 per bulan selama sembilan bulan untuk non PKH dan BPNT, sementara untuk KK penerima PKH dan BPNT bantuan diberikan selama 12 bulan,” ujarnya, Selasa (28/4/2020) lalu.
Adapun bantuan dari Kemensos, skemanya yakni diberikan setiap bulan tapi hanya selama tiga bulan, sebesar Rp600.000 kepada 36.000 KK. Sedangkan bantuan dari Pemkot Jogja diberikan kepada KK yang terdata dalam KSJPS, DTKS yang belum tercover Kemensos dan yang belum mendapat program apa pun, yang jumlahnya sebanyak 16.719 KK.
Untuk kepastian data dan besaran anggaran kata dia, baru akan dirapatkan dengan Pemda DIY pada Kamis (30/4/2020). “Terutama menyangkut sasaran yang nantinya berimbas pada besaran anggaran yang harus dialokasikan dan kapan mulai diluncurkan,” kata dia.
Dalam pendistribusian bantuan ini, kata dia, yang jadi soal adalah kesesuaian data. Data DTKS milik Kemensos didasarkan pada NIK ibu atau istri. Sementara data KSJPS Pemkot menggunakan Kepala Keluarga, sehingga jika tidak disaring KK sasaran rawan menerima bantuan bertumpuk.
“Beruntung Pemkot sudah hampir tiga tahun menggunakan data tunggal NIK dan Kepala keluarga untuk program bantuan, yang didukung Sistem Informasi Manajemen [SIM] pemberdayaan yang didasarkan pada status kesejahteraan dan NIK. Jadi, data PKH dan BPNT dari Kemensos harus dilacak siapa Kepala Keluarganya, baru dipisahkan sehingga tidak terjadi duplikasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.