CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Kerumunan masyarakat yang hendak mencairkan BST di Gedung Kesenian Wates, Kapanewon Wates, Sabtu (9/5/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Wacana penambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebesar Rp900.000 untuk tiga bulan masih belum ada kepastian. Pasalnya, hingga saat ini Pemkab Gunungkidul masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan, pihaknya tidak menampik adanya wacana penambahan BLT Dana Desa selama tiga bulan. Adapun besaran berbeda dengan bantuan yang diberikan di tiga bulan awal sebesar Rp600.000 per bulan, karena nominal hanya Rp300.000 per bulannya.
Penambahan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua Atas PMK No.205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Didalam peraturan ini dijelaskan adanya tambahan bantuan dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,7 juta per keluarga.
Meski demikian, kata dia, pihaknya belum bisa berkomentar banyak berkaitan dengan penambahan BLT Dana Desa. Mengingat hingga sekarang belum ada instruksi resmi dari Kemedes PDT dan Transmigrasi berkaitan dengan penambahan tersebut. “Kita tunggu saja. Tapi, kalau lihat dari komentar Pak Menteri [Kemendes PDT dan Transmigrasi] tambahan masih bersifat antisipasi, namun apabila ada kebijakan lanjutan, maka kami siap menindaklanjutinya,” katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (2/6/2020).
Menurut dia, desa di Gunungkidul sudah mulai mencairkan BLT Dana Desa sebesar RP1,8 juta yang diberikan selama tiga bulan. “Sudah mulai disalurkan sesuai dengan terminnya,” katanya.
Kepala Desa Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar berkaitan dengan wacana penambahan BLT Dana Desa. Menurut dia, kebijakan ini mendapatkan reson beragam dari kepala desa di Gunungkidul. “Masih pro kontra karena ada yang menolak, tapi ada juga yang tidak mempermasalahkannya,” kata Suhadi.
Secara pribadi, Suhadi mengaku tidak mempermasalahkan dan siap mengalokasikan apabila wacana tersebut benar-benar dilaksanakan. Hanya saja, ia mengusulkan tambahan BLT ini diberikan ke keluarga yang belum menerima bantuan. “Jangan yang sudah dapat tiga bulan awal, mendapatkan lagi. Harapannya bisa diberikan ke keluarga lain karena masih banyak yang tidak dapat, tapi juga ikut terdampak corona sehingga bisa lebih adil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.