JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan seluruh siswa tetap bisa melanjutkan sekolah. Hal ini tidak lepas dari jumlah kuota yang lebih banyak ketimbang jumlah kelulusan siswa.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan regulasi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021. Secara umum, penerimaan tidak berbeda jauh dengan tahun lalu karena mengacu pada sistem zonasi. Di dalam penerimaan siswa baru ini seluruh siswa tetap bisa melanjutkan sekolah, karena kapasitas daya tampung sekolah lebih banyak ketimbang jumlah lulusan siswa.
Sebagai gambaran, kata Bahron, untuk tingkat SD ada kuota 16.000 kursi, tetapi untuk lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di Gunungkidul hanya 8.600 anak. Hal yang sama juga terjadi di tingkat SMP. Dari kuota sebanyak 12.600 kursi untuk siswa baru, jumlah lulusan SD tercatat hanya 9.701 anak. “Jadi kuotanya lebih banyak dari lulusan sehingga setiap anak tetap bisa melanjutkan sekolah,” kata Bahron kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).
Dia menjelaskan untuk PPDB SD rencananya dilaksanakan mulai 22-24 Juni, sedangkan PPDB SMP dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 1 Juli mendatang. Sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Pusat, kuota terbesar masih untuk sistem zonasi sebanyak 50% dari kursi yang diterima, sedangkan sisanya, sebanyak 15% penerimaan untuk jalur siswa miskin atau avirmasi, 30% siswa berprestasi dan 5% untuk jalur perpindahan orang tua. “Sudah ada formulasi kuota dan ini dituangkan dalam peraturan bupati,” katanya.
Meski PPDB tingkat SD belum dimulai, untuk sekolah swasta diperbolehkan menerima siswa baru lebih awal. Salah seorang warga Dusun Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Susi Andriana, mengaku sudah mendaftarkan anak perempuannya di salah satu pondok pesantren di Patuk. Ia mengatakan proses mendaftarkan dilakukan secara secara online. Proses pendaftaran dilakukan melalui laman sekolah. Selanjutnya pihak sekolah menghubungi orang tua calon siswa melalui jaringan telepon untuk memastikan kebenaran data yang diisi serta kesediaan anak bersekolah. “Tidak hanya orang tua yang ditanyai, tetapi anak juga ditanyai apakah benar-benar ingin sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Cek harga LCGC September 2026 di Jakarta. Daihatsu Ayla menjadi yang termurah Rp141,2 juta, disusul Sigra, Brio Satya, Calya dan Agya
Jorge Martin masih memimpin MotoGP 2026, tetapi Marc Marquez hanya berjarak 19 poin dan Marco Bezzecchi 24 poin. Simak persaingan menuju GP Misano.
John Ternus mendapat target kompensasi US$58 juta sebagai CEO Apple. Simak rincian gaji pokok, bonus saham, dan perbandingannya dengan Tim Cook.
Prediksi Laos U20 vs Indonesia U20 Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Simak misi Garuda Muda, susunan pemain, jadwal, siaran langsung dan prediksi skor.
Google Maps punya banyak fitur yang jarang diketahui, mulai dari Gemini, AR, Street View, Lists hingga Immersive View. Simak 10 fitur yang wajib dicoba.