Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JOGJA- Menjelang pelaksanaan Iduladha dan penyembelihan hewan kurban, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan ternak yang masuk ke DIY telah terpantau kesehatannya. Untuk pelaksanaan pemotongan, masyarakat diimbau optimalkan rumah potong hewan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Arofah Noor Indriani, menjelaskan semua hewan yang masuk ke DIY dari berbagai wilayah telah disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). “Sudah lengkap, pemiliknya siapa, berat, Riwayat Kesehatan, ditandatangani dinas yang melepas ternak, baru kami cek di lalu lintas ternak,” ujarnya, Jumat (10/7/2020).
Selama menunggu masa pemotongan, pihaknya mengerahkan petugas medis dan paramedis di masing-masing wilayah untuk memantau Kesehatan hewan. Tahun ini pihaknya tidak dibantu mahasiswa seperti tahun-tahun sebelumnya karena mahasiswa masih kuliah daring. “Kabupaten dan Kota yang melaksanakan, provinsi mengkoordinir,” kata dia.
Baca juga: Jumlah Penerima dan Besaran Duit Bantuan Corona di Kota Jogja Bakal Dipangkas
Pemantauan Kesehatan juga dilakukan pada hewan kurban milik Presiden Joko Widodo. Untuk memantau hewan ini pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar Veterinier, dengan standar penanganan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).
Selain memastikan Kesehatan hewan terpenuhi, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kenyamanan hewan dengan memandikan, mencukupi kebutuhan makan dan minum hewan sebelum dipotong. Hal ini mengingat hewan yang dikurbankan merupakan bentuk keikhlasan dari pemilik untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga perlu dimuliakan.
Untuk ketersediaan hewan kurban pihaknya memastikan masih sangat mencukupi. Kendati tidak menyebutkan jumlahnya, ia menuturkan stok hewan kurban baik sapi, kambing maupun domba saat ini masih sekitar tiga kali lebih banyak disbanding target yang dipotong tahun lalu.
Baca juga: Culik & Siksa Terduga Pencuri Motor, 5 Warga Sleman Ini Diringkus Polisi
Kemudian untuk pelaksanaan penyembelihan hewan, ia berharap masyarakat bisa mengoptimalkan rumah pemotongan hewan sehingga tidak perlu menggelar penyembelihan di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Jika ada yang memotong di masjid harus koordinasi dengan Gugus Tugas di daerah,” ungkapnya.
Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan terkait penyembelihan, Kementerian Agama sudah mengatur. “Gugus Tugas Penanganan Covid-19 perannya bagaimana agar protokol Kesehatan diterapkan, tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.
Masyarakat kata dia, perlu memperhatikan mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging hingga pembagian agar tidak menimbulkan kerumunan. “Yang kelola pakai masker, jangan sampai bersin di atas daging, yang memotong secukupnya saja. Yang mengiris daging biasanya banyak, perlu di atur sedemikian rupa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.