Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Gua Pindul, Gunungkidul./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Obyek wisata Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo hingga sekarang belum dibuka untuk uji coba. Belum dibukanya wisata susur goa ini kemungkinan besar dikarenakan adanya penularan Covid-19 di wilayah tersebut. Sedangkan untuk uji coba, pengelola harus mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas percepatan penaganan Covid-19.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan simulasi terkait dengan uji coba pembukaan Goa Pindul. Hanya saja, hingga sekarang gugus tugas belum memberikan rekomendasi berkaitan dengan pembukaan obyek tersebut.
Ia menjelaskan, untuk bisa beroperasi harus mengantongi rekomendasi dari gugus tugas percepatan penangan Covid-19. Rekomendasi tersebut merupakan hal yang wajib karena sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan destinasi wisata. “Kita masih tunggu,” kata Hary, Minggu (9/8/2020).
Baca Juga: Pasien Corona yang Akan Pulang ke Moyudan Sempat Ditolak
Dia menjelaskan, belum adanya rekomendasi pembukaan Pindul erat kaitannya dengan status kerawanan penularan. Terlebih lagi, kata Hary, beberapa waktu lalu ada temuan kasus penyebaran Covid-19 di Kalurahan Bejiharjo. “Tentang status dan kerentanan sepenuhnya jadi kewenangan gugus tugas, kami masih tunggu perkembangannya seperti apa,” katanya.
Wacana pembukaan Goa Pindul sudah digulirkan pengelola sejak akhir Juni lalu. Namun demikian, memasuki minggu kedua Agustus pembukaan belum juga terlaksana.
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri, Kalurahan Bejiharjo, Saryanto mengatakan, pembukaan Pindul belum terealisasi karena Kapanewon Karangmojo masuk sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Hal inilah berdampak terhadap rencana pembukaan destinasi.
Baca Juga: Tukang Kredit Keliling di Pakem Terjangkit Corona, Dinkes Sleman Lakukan Tracing
Meski demikian, ia menyikapi masalah dengan positif. Pasalnya, seluruh pengelolan memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbenah. Salah satunya fokus dalam upaya penyiapan pembukaan wisata di era adaptasi kebisaan baru ini. “Fokus dulu di persiapan. Hal ini dilakukan untuk aturan sesuai dengan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan,” katanya.
Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukan adalah dengan menyediakan sarana cuci tangan untuk pengunjung, penyediaa tempat handsanitizer dan lain sebagainya. “Kami akan mematuhi aturan dari pemerintah. Sebelum uji coba, kami jugga akan melakukan simulasi pelaksanaan wisasat di era adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penularan corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.