Aliran Sungai Pantai Baron Berubah, Gugusan Pulau Menghilang
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – SAR Satlinmas Wilayah II DIY menemukan jasad anak laki-laki berusia empat tahun yang diduga sebagai salah satu korban kecelakaan laut di Pantai Goa Cemara, Bantul beberapa hari lalu. Korban ditemukan mengambang di kawasan Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Senin (10/8/2020) pagi.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, pihaknya menemukan jasad seorang anak laki-laki berumur empat tahun. Diduga kuat temuan ini erat kaitannya dengan korban laka laut di Pantai Goa Cemara. Pasalnya, di wilayah Gunungkidul tidak ada laporan korban hilang akibat kecelakaan laut.
“Sekarang sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Untuk kepastian masih harus menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis,” kata Suris saat dihubungi, Senin siang.
BACA JUGA : Korban Terakhir Ditemukan, Pantai Goa Cemara Segera
Menurut dia, penemuan mayat ini bermula akitivitas nelayan yang mencari lobster di kawasan Pantai Poktunggal, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus pada Senin pagi. Saat sedang melaut, seorang nelayan melihat sesok jasad yang mengambang. Temuan ini pun dilaporkan ke tim SAR dan petugas langsung menuju lokasi untuk proses evakuasi.
Meski demikian, sambung Suris, saat petugas SAR sampai di lokasi penemuan, jasad sudah bergeser. Tim pun melakukan penyisiran ke arah timur hingga menemukan jasad tersebut di kawasan Pantai Wediombo. “Jasad terseret ombak hingga bergeser dari titik temuan awal,” kata dia lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko. Menurut dia, temuan jasad itu berada di arean wilayah I, namun proses evakuasi dilakukan oleh tim dari SAR Satlinmas Wilayah II. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran karena terawa arus hingga jasad mengambang di kawasan perairan Pantai Wediombo.
“Awalnya terlihat di Poktunggal [area], tapi saat akan dievakuasi hanyut sampai di wilayah kami [area SAR Satlinmas Wilayah I]. Untuk korban juga sudah dievakuasi,” katanya.
BACA JUGA : Korban Pantai Goa Cemara Ditemukan Lagi, Berjarak 2 Km
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto mengatakan, untuk kepastian tetang temuan jasad di perairan Gunungkidul, pihaknya masih menunggu hasil dari tim DVI terkait dengan identitas korban. “Masih menunggu sehingga kepastiannya menunggu hasil dari tim DVI,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.
Saksi Robby Darussalam menyebut pemberian uang THR kepala dinas kepada Bupati Pekalongan sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan sebelumnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebut sejumlah nama telah diamankan terkait karhutla Kalimantan yang mencapai 1.487 hotspot.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.
Hingga Kamis (20/8/2026), para penyintas gempa masih menghadapi situasi sulit akibat gempa susulan yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.