Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Komisi Pemilihan Umum/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul memastikan dua bakal pasangan calon (Bapaslon) dari jalur independen gagal maju ke tahapan berikutnya pencalonan kepala daerah. Hal ini dikarenakan keduanya tidak bisa memenuhi syarat dukungan minimal sebanyak 45.443 pendukung.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, kepastian bapaslon Anton Suriyadi-Suparno dan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati diumumkan pada Jumat (28/8/2020).
BACA JUGA : PILKADA GUNUNGKIDUL: Nasdem dan Golkar Tunggu
Keputusan ini mengacu pada hasil verifikasi yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Adapun hasil secara keseluruhan didalam verifikasi, pasangan Anton-Suparno hanya mendapatkan dukungan sebanyak 31.141 pendukung. Sedangkan pasangan Kelick-Yayuk hanya mendapatkan 22.747 pendukung. Jumlah tersebut masih jauh ketentuan karena untuk bisa maju masing-masing bapaslon harus memenuhi syarat minimal sebanyak 45.443 dukungan.
“Keduanya tidak lolos untuk bisa mencalonkan sebagai calon kepala daerah dalam pilkada di tahun ini,” kata Hani, Minggu (30/8/2020).
BACA JUGA : Bakal Seru! Peserta Pilkada Gunungkidul Bisa 6 Pasangan
Menurut dia, untuk bisa maju ke tahapan berikutnya, KPU sudah memberikan masa perbaikan berkas dukungan calon. Hanya saja, pada saat verifikasi ulang keduanya tidak bisa memenuhi syarat dukungan minimal.
“Hasil dari verifikasi syarat dukungan juga sudah kami sampaikan ke masing-masing pasangan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Microsoft diguncang skandal dugaan penggunaan server Azure untuk pengawasan warga Palestina. GM Microsoft Israel resmi dicopot.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha