Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga berebut sisa-sisa gunungan di halaman masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018)./Galih Yoga Wicaksono.
Harianjogja.com, JOGJA- Dengan masih berlangsungnya kondisi tanggap darurat Covid-19 DIY sekaligus menaati anjuran dari pemerintah untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, rangkaian kegiatan Hajad Dalem Miyos Gangsa, Kondur Gangsa, dan Garebeg Maulud tahun ini ditiadakan.
Ketiga Hajad Dalem ini semestinya berlangsung selama seminggu, 22-29 Oktober Jimakir 1954/2020. Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat, GKR Condrokirono, mengatakan meski ditiadakan, Kraton akan tetap melakukan penyesuaian prosesi.
Baca juga: Begini Cara Pemkab Gunungkidul Cegah Klaster Penularan Corona di Objek Wisata
"Pembagian rengginang secara terbatas untuk kalangan internal Kraton, tanpa mengurangi esensi dan filosofi Garebeg sebagai bentuk konsistensi pelestarian budaya” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan udhik-udhik, sedekah raja berupa uang logam, beras, dan bunga, yang biasanya dibagikan saat prosesi Kondur Gangsa, akan tetap dilakukan untuk internal Kraton bersamaan dengan prosesi pembagian rengginang pada 12 Maulud atau 30 Oktober.
Di samping itu, segala kegiatan pementasan paket wisata di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih diliburkan hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Meski demikian, selama pandemi Kraton semakin giat menghadirkan konten seputar keraton melalui media sosial dan Youtube Kraton Jogja yang dikelola Tepas Tandha Yekti.
Baca juga: Ibu-Ibu PKK Diminta Sosialisasikan Penggunaan Masker
Keraton melalui KHP Nitya Budaya juga akan menggelar pameran temporer bertemakan Sri Sultan Hamengku Buwono II secara daring dan luring mulai 22 Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Hal tersebut bertujuan agar proses pembelajaran budaya seputar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak lantas terhenti begitu saja.
Selama pandemi, produksi konten budaya terkait tarian terus menerus dilakukan dan disiarkan secara daring. Di antaranya adalah lomba tari online Beksan Nir Corona, Tutorial Tayungan, Tutorial Macapat, dan Uyon-uyon Hadiluhung. Semuanya adalah beberapa kegiatan yang berada dibawah naungan KHP Kridhomardowo yang bertugas mengelola seni pertunjukan.
Selain bertujuan sebagai sarana edukasi virtual mengenai keraton, konten tersebut diharapkan dapat menjadi referensi kegiatan dan sajian budaya yang dapat dinikmati masyarakat dengan tanpa membuat kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.
Bank Mandiri meminta maaf soal pemblokiran rekening aktivis Pati Supriyono alias Botok. Rekening berisi Rp80,9 juta disepakati dibuka kembali.
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.