Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat sudah 80% SMP di kabupaten tersebut menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. Kegiatan belajar mengajar ini merupakan masa transisi dan diselenggarakan minimal satu kali pertemuan setiap pekan.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengatakan dari 130 SMP, sekitar 80% sekolah telah menggelar pertemuan di sekolah. Namun, kegiatan belajar yang diselenggarakan masih bersifat terbatas karena pertemuan diselenggarakan minimal satu kali untuk kelas VII dan VIII. Adapun kelas IX menggelar pertemuan tatap muka dua kali setiap pekan karena sebagai persiapan untuk kelulusan. “Sudah ada jadwalnya dan setiap pertemuan hanya berlansung dua jam. Selebihnya, dilakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Kisworo, Senin (26/10/2020).
BACA JUGA: BPPTKG: Erupsi Merapi Semakin Dekat, Ikuti Alur Erupsi 2006
Menurut dia, pertemuan bersifat terbatas ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, pertemuan juga sudah melalui sosialisasi oleh komite sekolah ke wali murid untuk memastikan orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut. “Kalau keberatan, siswa boleh tidak masuk,” katanya.
Kisworo mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas menjadi persiapan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara penuh. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembelajaran secara normal kembali digelar karena sangat bergantung dengan kondisi penyebaran wabah Corona. “Dalam edaran yang diberikan, pembelajaran daring tidak ada batas waktunya. Jadi pertemuan terbatas sebagai transisi menuju pembelajaran normal,” kata dia.
Meski demikian, penerapan pertemuan terbatas bisa diubah sewaktu-waktu. Sebagai contoh, di SMP Negeri 3 Paliyan sempat menggelar pertemuan terbatas, tetapi karena adan kasus positif Corona di sekitar sekolah, kebijakan yang telah dijalankan dihentikan. “Pertemuan terbatas ini sangat fleksibel,” katanya.
BACA JUGA: 5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karangmojo Suhartati mengatakan hingga sekarang sekolahnya belum menggelar pertemuan tatap muka secara terbatas. Menurut dia, ada berapa faktor yang membuat pertemuan tersebut belum bisa diselenggarakan, salah satunya mengacu padi zonasi pemetaan Covid-19.
Sekolahnya sudah mempersiapkan kalender untuk pertemuan terbatas. Hal ini berdasarka hasil angket ke wali murid. Sekitar 83% orang tua tidak mempermasalahan adanya pertemuan tersebut. Namun, kebijakan tersebut belum bisa dilaksanakan karena adanya kasus positif Corona baru yang tidak jauh dari sekolah. “Kami sekarang terus koordinasi dengan satgas Covid-19 di tingkat kecamatan. Kalau ada lampu hijau, kami bisa menggelar pembelajaran dengan model petemuan tatap muka terbatas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.