JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – BPBD Gunungkidul berpartisipasi dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang perlunya disiplin dalam menjalankan protokol kesehataan. Peran yang dilakukan dengan memberikan masker. Total hingga sekarang sudah ada 290.000 masker yang dibagikan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pembagian masker ke masyarakat masih terus berlangsung. Sesuai dengan jadwal, pembagian akan dilaksnakan hingga akhir November ini. “Kami masih punya stok sekitar 40.000 masker dan akan dibagikan hingga akhir November. Untuk lokasi sudah ada jadwalnya dan tinggal melaksanakan,” kata Edy kepada Harianjogja.com, Senin (9/11/2020).
Dia menjelaskan, pengadaan masker yang dibagikan ini terdiri dari dua mata anggaran. Pertama berasal dari APBD Kabupaten dengan jumlah 200.000 masker. Selain itu, BPBD juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah DIY sebanyak 130.000 masker.
Baca juga: 1.000 Masker Dibagikan di Candi Prambanan
Untuk masker yang bersumber dari pemkab, Edy mengakui sudah distribusikan ke desa-desa di awal adanya pandemi corona. Sedangkan, untuk bantuan dari BPBD DIY, pembagian masih berjalan karena distribusi ke masyarakat baru sekitar 90.000 masker.
Menurut dia, masker tersebut ada yang langsung dibagikan oleh petugas BPBD di fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah-sekolah, pasar hingga layanan perkantoran. Selain itu, masker juga ada yang dibagikan melalui kapanewon. “Masing-masing kapanewon kami jatah 2.000 masker untuk kemudian dibagikan ke masyarakat,” katanya.
Edy menuturkan, program bagi-bagi masker ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sesuai dengan anjuran dari pemerintah, warga yang beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker. “Mari bersama-sama cegah penyebaran virus corona. Maskerku melindungi mu dan maskermu melindungiku,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, warga tetap harus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Hal ini dikarenakan ancaman penyebaran virus masih terjadi karena hingga sekarang potensi penularan masih ada. “Tidak hanya memakai masker, warga juga harus rajin cuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, saat beraktivitas juga harus menjaga jarak,” katanya.
Baca juga: Ratusan Santri Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pengurus Ponpes Krapyak
Dewi juga mengingatkan, memasuki musim hujan masyarakat juga harus mewaspadai penyakit musiman seperti DBD dan leptospirosis. Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, memakan-makanan bergizi serta rutin berolahraga. “Yang tak kalah penting juga menjaga kebersihan lingkungan agar sumber penyakit seperti jentik nyamuk dan tikus tidak bersarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Korea Selatan akan memindahkan sekitar 350 institusi publik dari Seoul mulai 2027. Sejong diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan baru untuk mendukung pemerata
PSIM Jogja membidik kemenangan pada laga perdana Super League musim 2026/2027 yang bertepatan dengan hari ulang tahun klub.
OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra, model AI pertama yang melampaui ambang kapabilitas keamanan siber kritis. Kemampuannya memicu kekhawatiran baru di industri tekn
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Gal Gadot mengungkap James Gunn dan Peter Safran pernah menjanjikan Wonder Woman 3 bersamanya. Namun proyek itu akhirnya tidak berlanjut