Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Sejumlah anak-anak bermain sepeda di Jembatan Gantung di Dusun Jelok, Beji, Patuk. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memiliki sisa anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) dampak Badai Cempaka sekitar Rp7 miliar. Dana ini tidak akan dikembalikan ke Pemerintah Pusat karena akan digunakan untuk kegiatan rehab lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pasca-terjadinya Badai Cempaka di akhir 2017 lalu, pemkab mendapatkan dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp75 miliar. Bantuan ini digunakan untuk rehab-rekon sejumlah kerusakan yang terdampak badai tersebut.
Program perbaikan sudah dimulai sejak 2019. Pada saat itu ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan 94 rumah, rehab SD, perbaikan talut TPAS Baleharjo, pembangunan Dam parit di Ngeposari. Selain juga digunakan membangun Jembatan Tahunan di Kapanewon Paliyan dan Jembatan Mojorejo di Kalurahan Katongan, Nglipar.
Baca juga: Ketersediaan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Gunungkidul Masih Mencukupi
Proses rehab dilanjutkan tahun ini dengan membangun tiga jembatan meliputi Jelok di Kapanewon Patuk serta Jembatan Jeruklegi dan Teleng di Kapanewon Nglipar. Selain itu, juga dilaksanakan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari. “Semua sudah selesai dikerjakan,” kata Edy kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).
Dia menjelaskan, berdasarkan pelaksanaan program, BPBD berhasil melakukan efisieni anggaran sebesar Rp7 miliar. Nilai ini merupakan akumulasi yang mengacu pada sisa hasil lelang. Seyogyanya dana ini dikembalikan ke pemerintah pusat, namun berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Keuangan sisanya bisa digunakan rehab lanjutan.
Rencananya sisa dana rehab-rekon digunakan untuk perbaikan talud di Pantai Baron, perbaikan di kawasan wisata Srigetuk, Kalurahan Bleberan, Playen dan sejumlah SD di Gunungkidul. “Tidak bisa digunakan secara sembarangan karena perbaikan lanjutan juga dilakukan di lokasi yang terkena dari Badai Cempaka,” katanya.
Baca juga: PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga
Ditambahkan Edy, lokasi perbaikan lanjutan juga sudah mendapatkan persetujuan dari BNPB. “Tinggal pelaksanaan saja. Yang jelas, sisa anggaran yang ada tidak akan dikembalikan,” katanya.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, pihaknya sudah mengetahui sisa anggaran dari dana rehab-rekon yang merupakan hibah dari BNPB. Ia berharap anggaran ini bisa digunakan untuk kegiatan perbaikan secara maksimal sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sejak awal kami minta kejelasan dan anggaran tersebut bisa digunakan untuk perbaikan sehingga tidak perlu dikembalikan ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.