Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memperbolehkan sekolah menggelar pertemuan tatap muka secara terbatas. Sekolah diwajiban untuk terus menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan kebijakan pembelajaran di sekolah di tengah pandemi Covid-19 masih mengacu pada program belajar di rumah. Proses itu akan berlangsung hingga semester ganjil berakhir di akhir tahun ini. “Bisa saja diperpanjang karena kebijakan sangat bergantung dengan perkembangan kasus corona,” kata Bahron kepada Harianjogja.com, Rabu (18/11/2020).
Meski kebijakan masih mengacu pada program belajar di rumah, sekolah diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan belajar transisi, yakni dengan menggelar pertemuan secara terbatas. Bahron mengungkapkan, hampir semua sekolah sudah menerapkan pertemuan terbatas ini dengan menggelar tatap muka satu hingga dua kali pertemuan setiap minggunya. “Sekali pertemuan hanya berlangsung selama dua jam,” katanya.
Pertemuan ini hanya membahas berkaitan dengan materi ajar serta penyerahan tugas hasil pertemuan di minggu sebelumnya. “Memang belum ada kegiatan belajar penuh karena hanya sebatas pemberian tugas dan menyerahkannya,” ungkapnya.
Bahron memastikan setiap sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penerapan protokol itu penting guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Baik guru dan murid, wajib memakai masker atau pelindung wajah saat datang ke sekolah. Selain itu, harus ada jarak serta fasilitas cuci tangan menggunakan sabun harus digunakan dengan benar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo. Menurut dia, pertemuan bersifat terbatas ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, didalam pertemuan juga sudah melalui sosialisasi yang disampaikan oleh komite sekolah ke wali murid. Inti dari sosialisasi untuk memastikan para orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut. “Ya kalau keberatan, siswa boleh tidak masuk dengan materi diberikan melalui daring,” katanya.
Kisworo menambahkan pelaksanaan tatap muka terbatas sebagai upaya persiapan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara penuh. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembelajaran secara normal kembali digelar karena kebijakan sangat bergantung dengan kondisi penyebaran wabah Corona. “Kalau memang di sekitar sekolah ada kasus positif baru, maka kegiatan pertemuan terbatas bisa dihentikan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.