Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul berencana menerapkan e-tiketing mulai tahun depan. Untuk tahap awal, layanan ini dilakukan di Tempa Pemungutan Retribusi (TPR) Pos Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, untuk penerapan e-tiketing sudah mulai dilakukan. Diharapkan mulai Januari 2021 atau Februari layanan berbasis teknologi ini bisa dioperasionalkan. “Persiapan sudah dimulai dan harapannya semua lancar,” kata Hary, baru-baru ini.
Baca juga: Kontribusi Indonesia untuk Kasus Covid-19 Dunia Hampir Tembus 1%
Menurut dia, salah satu persiapan adalah dengan penerbitan Surat Keputusan Bupati berkaitan dengan rekening penerima dari transaksi e-tiketing. Rencananya tranksasi ini akan dimasukan dalam rekening umum kas daerah.
Hary menuturkan, untuk langkah awal tidak semua lokasi wisata bisa menerapkan e-tiketing. Oleh karenanya, didalam perencanaan penerapan baru dilakukan di dua lokasi TPR, yakni di Pos Baron dan JJLS. Ia menuturkan, di dua lokasi ini memiliki jaringan komunikasi yang bagus sehingga bisa mendukung dalam upaya pengecekan di lapangan. “Ke depannya akan kami kembangkan, tapi untuk sementara di dua lokasi TPR dulu yang memiliki jaringan kuat,” katanya.
Baca juga: Tak Ada Kembang Api, Seperti Ini Suasana Titik Nol Km Jogja pada Pergantian Tahun
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, program e-tiketing sudah menjadi wacana sejak lama. Hanya, untuk pelaksanaan belum bisa secara menyeluruh karena adanya beberapa kendala.
Menurut dia, permasalahan muncul karena jaringan telekomunikasi. Di lokasi-lokasi tertentu masih ada yang masuk ke lokasi blank spot sehingga jaringan telekomunikasi tidak tersedia dan mengganggu dalam upaya pelaksanaan tiket berbasis elektronik ini.
Meski demikian, untuk sekarang sudah ada penguatan jaringan melalui program 1.000 titik jaringan internet yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul sehingga sangat membantu dalam upaya penyiapan infrastruktur pendukung dalam pelaksanaan e-tiketing. “Dengan adanya jaringan ini mempermudah dalam pelaksanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.