WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Paniradya Pati Paniradya keistimewaan DIY Eko Aris Nugroho/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan mendapat Dana Keistimewaan (Danais) sebsar Rp1,32 triliun pada 2021. Pemanfaatan Danais tahun ini paling banyak dialokasikan untuk kebudayaan, kemudian disusul tata ruang, kelembagaan dan pertanahan.
Paniradya Pati Paniradya keistimewaan DIY, Eko Aris Nugroho, mengatakan besaran Danais tersebut sama dengan tahun sebelumnya. “Angkanya sama persis dengan Danais 2020, tidak ada perubahan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Danais dialokasikan ke sejumlah bidang dengan rincian Rp776 miliar untuk kebudayaan, Rp483 miliar untuk tata ruang, Rp35 miliar untuk kelembagaan dan sisanya untuk pertanahan. “Alokasi terbesar di sisi kebudayaan,” katanya.
Sejumlah kegiatan yang dialokasikan dari bidang kebudayaan ini antara lain pembangunan pelabuhan di Gesing yang saat ini sedang dalam tahap pengadaan tanah dan membutuhkan Rp50 miliar. Kemudian ada juga anggaran untuk Desa Mandiri Budaya melalui Bantuan keuangan Khusus (BKK) kepada kelurahan yang menggunakan anggaran sekitar Rp18 miliar. Kedua kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang baru tahun ini dilakukan.
Adapun kegiatan di bidang kebudayaan lain pada 2021 ini adalah melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan di tahun sebelumnya seperti festival ikonik di kabupaten-kota, ArtJog dan lainnya.
Berdasarkan evaluasi Danais 2020, ia menjelaskan pandemi covid-19 cukup berdampak pada banyak kegiatan. “Pengaruh pandemi pasti ada. Ada kegiatan yang berbeda. Sebelumnya kerumunan, sekarang gak boleh, harus jaga jarak dan pakai masker,” katanya.
Kegiatan fisik juga turut terdampak oleh pandemi, yakni pembangunan Gedung Paniradya Keistimewaan, yang selama ini masih menginduk pada Gedung Biro Umum Pemda DIY. pada 2021 pembangunan ini akan dilaksanakan, dengan lokasi di sudut kompleks Kantor Gubernur DIY.
Pada 2021 ini pihaknya juga mencoba mengenalkan pemakaian Danais kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan pemberdayaan masyarakat di bidang perikanan seperti budidaya ikan dalam ember (budikdumber) dan di bidang pertanian berupalumbung pangan.
“Lumbung pangan salah satunya di Kelurahan Purbayan ada kegiatan lumbung pangan. Ini akan kami coba kembangkan. Tapi ketika melakukan pengembangan ini kami harus lihat OPD mana yang bisa lebih efektif, lebih efisien,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.