Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Purwosari, Patuk, dan Gedangsari menjadi wilayah yang belum mendapat layanan air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Handayani.
Bahkan di Purwosari pipa sudah terpasang pipa pada 1998 lalu, tapi hingga sekarang air belum juga mengalir. Ke depannya, perusahaan pelat merah ini berjanji akan memperluas arena layanan sampai ke tiga wilayah tersebut.
BACA JUGA: Ingin Naik Kereta Api? Ini Prosedur Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun
Direktur Utama Perumdam Tirta Handayani, Toto Sugiharta mengatakan, pelanggan di perusahaan mencapai 52.604 sambungan rumah. Jumlah ini tersebar di 15 kapanewon di Gunungkidul. “Ada tiga kapanewon yang belum teraliri yakni Patuk, Gedangsari dan Purwosari,” kata Toto kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan ketiga wilayah belum bisa teraliri air dari Perumdam Tirta Handayani. Selain masalah geografis yang menjadi kendala, potensi sumber yang dimiliki juga belum mampu mencakup seluruh wilayah.
Meski demikian, Toto berjanji akan terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan hingga menyasar ke seluruh wilayah. Sebagai contoh, aliran di Gedangsari akan memanfaatkan sumber air dengan kapasitas 10 liter per detik. Hal sama juga terjadi untuk area layanan di Purwosari akan memanfaatkan sumber air di Laut Bekah, Girpurwo guna melayani kebutuhan air bagi warga di sisi barat Gunungkidul ini.
BACA JUGA: Pelanggaran Operasional Tempat Usaha Masih Mendominasi saat PTKM Tahap Kedua
“Sumber di Laut Bekah memiliki potensi 30 liter per detik dan sekarang masih terbuang percuma. Rencananya sumber akan dikembangkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, nanti kalau sudah jadi bisa dimanfaatkan untuk pelayanan di Purwosari,” kata mantan Direktur Teknik ini.
Salah seorang warga Giriasih, Kapanewon Purwosari, Edi Setiawan mengakui wilayahnya belum pernah merasakan layanan dari Perumdam Tirta Handayani. Menurut dia, untuk kebutuhan air, warga banyak memanfaatkan saluran dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Swadaya Masyarakat (Pamsimas). “Ada sumber air yang dikelola sehingga bisa melayani masyarakat,” katanya.
Namun di wilayah Purwosari sudah ada instalasi pipa besar sejak 1998 lalu. Jaringan tersebut tidak pernah terisi air sampai sekarang. “Sudah ada sejak jaman Presiden Habibie, tapi air dari Perumdam Tirta Handayani baru sampai Kapanewon Panggang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.