Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Susunan batuan temuan warga Padukuhan Pereng yang diduga candi, Kamis (25/2/2021).
Harianjogja.com, PRAMBANAN-Berawal dari persiapan pembukaan desa wisata, warga Pereng, Sumberharjo, Prambanan, menemukan susunan batu yang diduga candi. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja turun tangan menyelidiki temuan ini.
Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng, Sukarmin, menceritakan ia dan sejumlah pengelola Desa Wisata Pereng menemuan susunan batu ini pada Minggu (21/2/2021) lalu, setelah menelusuri situs Sendang Langgen yang aliran airnya tetap stabil meski pada musim kemarau panjang.
Kemudian dalam perjalanan pulang, ia melihat batuan di parit yang ada di hutan. Karena penasaran, ia kemudian turun dan menemukan adanya formasi batuan. "Saya penasaran, saya pun langsung terjun ke parit sungai mengikuti arah sebaran batuan tersebut," ujarnya, Kamis (25/2/2021).
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Dorong Budidaya Perikanan
Saat ditemukan, susunan batuan masih dalam kondisi tertutup alang-alang. Dengan cangkul dan alat seadanya, mereka membersihkannya. Setelah dibersihkan barulah terlihat susunan batuan sepanjang 7 meter dan berundak.
"Belum kami terusin karena Dinas Purbakala [BPCB] sudah datang, melihat laporan kami di lurah dan dukuh, meneliti. Lalu kami disuruh jeda, info selanjutnya nunggu seminggu setelah itu baru ada keputusan dilanjutkan masyaralat atau Dinas," katanya.
Kepala BPCB Jogja, Zaimul Azzah, mengatakan telah meninjau dan mengobservasi temuan warga Pereng yang berjenis batu putih ini. "Dugaan sementara dari hasil peninjauan awal dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," ujarnya.
BACA JUGA: Gunungkidul Diminta Perbarui Peta Kerawanan Covid-19 Tingkat RT
Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah susunan batu ini merupakan bagian dari candi atau bukan. "Apakah itu pagar halaman candi atau petirtaan, tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut," kata dia.
Untuk itu ia sudah merencanakan untuk mengekskavasi temuan ini, yang ditargetkan pada Maret mendatang. Ia berharap pada Maret intensitas hujan sudah menurun sehingga proses ekskavasi bisa lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.