Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Susunan batuan temuan warga Padukuhan Pereng yang diduga candi, Kamis (25/2/2021).
Harianjogja.com, PRAMBANAN-Berawal dari persiapan pembukaan desa wisata, warga Pereng, Sumberharjo, Prambanan, menemukan susunan batu yang diduga candi. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja turun tangan menyelidiki temuan ini.
Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng, Sukarmin, menceritakan ia dan sejumlah pengelola Desa Wisata Pereng menemuan susunan batu ini pada Minggu (21/2/2021) lalu, setelah menelusuri situs Sendang Langgen yang aliran airnya tetap stabil meski pada musim kemarau panjang.
Kemudian dalam perjalanan pulang, ia melihat batuan di parit yang ada di hutan. Karena penasaran, ia kemudian turun dan menemukan adanya formasi batuan. "Saya penasaran, saya pun langsung terjun ke parit sungai mengikuti arah sebaran batuan tersebut," ujarnya, Kamis (25/2/2021).
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Dorong Budidaya Perikanan
Saat ditemukan, susunan batuan masih dalam kondisi tertutup alang-alang. Dengan cangkul dan alat seadanya, mereka membersihkannya. Setelah dibersihkan barulah terlihat susunan batuan sepanjang 7 meter dan berundak.
"Belum kami terusin karena Dinas Purbakala [BPCB] sudah datang, melihat laporan kami di lurah dan dukuh, meneliti. Lalu kami disuruh jeda, info selanjutnya nunggu seminggu setelah itu baru ada keputusan dilanjutkan masyaralat atau Dinas," katanya.
Kepala BPCB Jogja, Zaimul Azzah, mengatakan telah meninjau dan mengobservasi temuan warga Pereng yang berjenis batu putih ini. "Dugaan sementara dari hasil peninjauan awal dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," ujarnya.
BACA JUGA: Gunungkidul Diminta Perbarui Peta Kerawanan Covid-19 Tingkat RT
Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah susunan batu ini merupakan bagian dari candi atau bukan. "Apakah itu pagar halaman candi atau petirtaan, tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut," kata dia.
Untuk itu ia sudah merencanakan untuk mengekskavasi temuan ini, yang ditargetkan pada Maret mendatang. Ia berharap pada Maret intensitas hujan sudah menurun sehingga proses ekskavasi bisa lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.