Jalan ke Gua Pindul Gunungkidul Rusak Parah, Wisatawan Terancam Kabur
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin sedang mempersiapkan lahan untuk menanam padi di masa tanam kedua. Kamis (25/2/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, SEMIN – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengimbau kepada petani untuk tidak fokus terhadap penanaman padi di masa tanam kedua. Pasalnya, curah hujan akan berkurang sehingga bisa berpengaruh terhadap perkembangan tanaman padi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, curah hujan di masa tanam kedua akan berkurang. Oleh karenanya, ia meminta kepada petani untuk tidak lagi fokus penanaman komoditas padi.
“Ya kalau lahannya masih banyak air, ditanam padi tidak masalah. Tapi, kalau ladang, ada baiknya ditanam komoditas yang lain seperti kacang, palawija atau kedelai,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).
BACA JUGA : PERTANIAN SLEMAN : Petani Hasilkan Padi 9,18 Ton per
Raharjo menjelaskan, alasan untuk tidak menanam padi bukan tanpa alasan karena terpengaruh adanya pergantian musim penghujan ke kemarau. Kondisi ini pun akan berpengaruh terhadap tingkat curah hujan yang tak setinggi pada saat masa tanam pertama.
Menurut dia, kondisi itu harus benar-benar diperhatikan para petani agar tidak mengalami kerugian mulai saat penanaman hingga panen. “Semua kan butuh operasional. Jadi, komoditas tanaman pangan yang ditanah harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau sudah tidak ada air, jangan paksakan tanam padi karena bisa diganti dengan tanaman lain sehingga tidak merugi,” katanya.
Raharjo menuturkan, di masa tanam kedua ini area lahan yang ditanam padi akan menyusut. Sebagai gambaran di masa tanam pertama cakupan lahan mencapai 48.104 hektar. Sedangkan di masa tanam kedua, diperkirakan luasan hanya mencapai 7.685 hektare.
“Kalau masih ada hujan kemungkinan ada tambahan sekitar 1.000 hektare untuk ditanam padi gogo,” ujarnya.
BACA JUGA : 2019, SlemanTargetkan Panen Padi 273.000 Ton
Dia mengungapkan, adanya penyusutan terhadap luas lahan penanaman merupakan hal yang biasa karena mayoritas sawah di Gunungkidul merupakan tadah hujan. “Jadi nanti di masa tanam ketiga, luasannya akan semakin mengecil,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. Menurut dia, pada masa tanam kedua, lahan yang ditanami padi banyak dilakukan di area persawahan. Sedangkan untuk lahan tadah hujan, banyak dimanfaatkan untuk menanam komoditas lain seperti palawija.
“Untuk persiapan tanam padi di masa tanam kedua sudah terlihat di Patuk, Nglipar dan Ngawen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.
Laki Code 2026 menyajikan berbagai kompetisi menarik bagi para peserta, di antaranya Vario Modification Contest, E-SportCompetition, Band Competition
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.