Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, GIRISUBO – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul belum bisa memastikan pembangunan jembatan Songbanyu yang lebih permanen di Kapanewon Girisubo. Selain keterbatasan kemampuan anggaran dan adanya kebijakan refokusing, maka pembangunan paling cepat dapat direalisasikan tahun depan.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, untuk proses pembangunan jembatan baru di Songbayu sudah dibuat kajian. Adapun hasil dari kajian dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar guna menyelesaikan pembangunan tersebut. “Nantinya jembatan akan dibuat dengan panjang sembilan meter dan lebar tujuh meter,” kata Wadiyana kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
BACA JUGA : Butuh Biaya Rp1,8 Miliar, Kapan Jembatan Songbanyu
Menurut dia, hasil dari kajian juga sudah dilaporkan ke badan anggaran untuk proses pembangunan. Hanya saja, Wadiyana pesimistis pelaksanaan dilaksanakan tahun ini karena beberapa alasan. Selain sudah memasuki tahun berjalan, pemkab juga disibukan dengan penanganan corona.
“Anggarannya juga terbatas dan ada refokusing lagi. Jadi, kalau melihat keuangan daerah secara normal, maka pembangunan bisa terlaksana paling cepat tahun depan,” ungkapnya.
Meski belum ada tanda-tanda akan dibangun, namun Wadiyana memastikan akses masyarakat tidak terganggu. Hal ini dikarenakan, di sekitar lokasi jembatan putus sudah dibuat jembatan darurat sebagai pengganti.
Secara konstruksi, lanjut dia, walapun hanya bersifat darurat namun diperkirakan kuat hingga dua atau tiga tahun ke depan. Selain itu, jembatan ini juga bisa dilalui kendaraan roda empat. “Asalkan tidak diterjang banjir besar lagi, maka aman dan bisa bertahan beberapa tahun,” katanya.
BACA JUGA : Pemkab Gunungkidul Bangun Jembatan Darurat
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, pembangunan jembatan darurat di Songbanyu sudah selesai dan akses masyarakat kembali lancar. Ia tidak menampik aktivitas warga sempat terganggu karena putusnya jembatan. “Meski bersifat darurat, tapi jembatan itu bisa menghubungkan kembali akses yang sempat terputus,” katanya.
Menurut dia, rusaknya Jembatan Songbanyu akibat diterjang banjir bandang di akhir Januari lalu. Hujan deras yang mengguyur juga mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti di kawasan Pantai Sadeng dan SMP Negeri 1 Girisubo. “Bahkan tembok sekolah ikut rusak karena banjir. Meski demikian, dalam peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Sebanyak 49 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin. Total 103 orang telah dievakuasi, enam di antaranya meninggal.
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.